Kabur Setelah Tabrakan di Uteun Geulinggang, Sopir Bus Ditangkap di Medan

korban tabrak lari
Korban tabrak lari di Aceh Utara. [Foto: Kanalinspirasi.com/*]

Lhoksukon. RU – Pengemudi bus yang kabur setelah menabrak seorang pejalan kaki di Kabupaten Aceh Utara hingga tewas, AKS alias Putra (37) ditangkap polisi di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (01/11/2026).

AKS yang ber-KTP Kota Langsa itu ditangkap di kawasan Medan Sunggal, setelah tiga hari sejak peristiwa tabrakan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

“Pengemudi bus yakni AKS alias Putra (37) ditangkap oleh tim Unit Gakkum yang melakukan serangkaian penyelidikan sejak kecelakaan terjadi,” kata Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Irfan Firdaus, Minggu (01/11/2026).

Kronologi Tabrak Lari

Kecelakaan itu terjadi Rabu (28/10/2026) malam, dengan memakan korban jiwa bernama Zulfikar bin Mustafa, warga Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Ia meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ditabrak kendaraan di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di kawasan Desa Uteun Geulinggang, sekitar pukul 02.20 WIB.

Personel Unit Gakkum Polres setempat kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan awal, petugas mendapati petunjuk bahwa kendaraan yang diduga terlibat merupakan sebuah bus. Namun, polisi belum mengetahui nomor polisi kendaraan maupun identitas pengemudinya.

Penyelidikan kemudian dikembangkan dengan membentuk tim khusus untuk melacak kendaraan tersebut. Penelusuran membawa petugas ke Pekanbaru, Provinsi Riau, sebelum akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan pengemudi di Medan.

“Tim Satlantas Polres Lhokseumawe kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan AKS alias Putra pada Sabtu, 31 Oktober 2026,” ujar Kasat Lantas AKP Irfan.

Selain mengamankan pengemudi, polisi turut menyita satu unit bus yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Petugas juga mengamankan satu lembar STNK, SIM BI Umum atas nama AKS, serta dokumen KIR kendaraan.

Kasus tersebut kini sudah masuk laporan polisi nomor LP/A/161/X/2026/SPKT.SAT LANTAS/POLRES LHOKSEUMAWE/POLDA ACEH.(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...