Bukan Sekadar Rebut Gelar, Kuta Gunong Cup Jadi Ajang Pembinaan Pemain Muda

Suasana dimulainya turnamen Semi Open Kuta Gunong Cup 2026, di Lapangan Kuta Gunong FC, Gampong Jruek Bale–Jruek Bak Kreh, Kecamatan Indrapuri. Minggu 1 November 2026 [Dok. Panitia/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Turnamen Semi Open Kuta Gunong Cup 2026 menjadi ajang persaingan 32 klub sepak bola dari Aceh Besar dan Banda Aceh.

Selain memperebutkan total hadiah Rp45 juta, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengembangkan bakat dan mental bertanding.

Turnamen yang dibuka pada Minggu (01/11/2026) di Lapangan Kuta Gunong FC, Gampong Jruek Bale–Jruek Bak Kreh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, tersebut mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan setempat.

General Manager (GM) Kuta Gunong, IPDA Agus Munawar, S.H., mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan sportivitas dan menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Menurut dia, kompetisi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan maupun hadiah, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang sepak bola.

“Kami mengajak seluruh pemain menjunjung tinggi sportivitas. Jangan saling menghina ataupun membuat keributan. Tujuan kami menyelenggarakan turnamen ini adalah memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan bakat mereka melalui sepak bola,” ujarnya.

Panitia menyediakan hadiah bagi juara pertama sebesar Rp20 juta, juara kedua Rp13 juta, dan juara ketiga bersama Rp9 juta.

Selain hadiah utama, penghargaan individu juga disiapkan untuk sejumlah kategori.

Pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak masing-masing memperoleh Rp1 juta, sedangkan kiper terbaik dan pemain terbaik kategori U-19 masing-masing mendapatkan Rp500.000.

Penyelenggaraan Kuta Gunong Cup 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan pemain potensial yang dapat berkontribusi bagi perkembangan sepak bola Aceh Besar.

Melalui kompetisi ini, panitia berharap semakin banyak pemain muda memperoleh pengalaman bertanding dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan menuju level yang lebih tinggi.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...