Bibit Bersertifikat Jadi Kebutuhan Penting Petani Kopi Arabika Gayo

Ilustrasi. Minggu 1 November 2026 [Dok. Generate By AI/rahasiaumum.com]

Takengon. RU – Ketersediaan bibit kopi unggul dan bersertifikat menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani di Kabupaten Aceh Tengah.

Kualitas bahan tanam dinilai menentukan keberhasilan pengembangan perkebunan sekaligus menjaga produktivitas Kopi Arabika Gayo.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan kelompok tani menyambut positif bantuan bibit kopi melalui program hilirisasi perkebunan Kementerian Pertanian.

Saiful Bahri Batu Bara dari Kelompok Tani Jaya Tani mengatakan, bantuan bibit berkualitas dan bersertifikat memberikan dukungan nyata bagi petani dalam mengembangkan perkebunan mereka.

“Bibit seperti ini sangat kami harapkan. Selain kualitasnya bagus dan baik, bibit ini juga telah bersertifikat. Bahkan, anggota kelompok tani sangat bersemangat ketika bibit tersebut sampai,” ungkap Saiful Bahri kepada rahasiaumum.com, Minggu (01/11/2026).

Ia menambahkan, bantuan tersebut menjawab kebutuhan anggota kelompok tani terhadap bibit unggul yang selama ini tidak selalu mudah diperoleh.

Menurut Saiful, ketersediaan bibit bersertifikat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas tanaman dan mendukung keberlanjutan usaha perkebunan masyarakat Gayo.

Kabupaten Aceh Tengah sendiri memperoleh alokasi 4 juta batang bibit kopi Arabika yang diperuntukkan bagi 246 kelompok tani dan tersebar di sejumlah wilayah.

Program hilirisasi perkebunan pemerintah tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor perkebunan rakyat melalui penyediaan bahan tanam berkualitas.

Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang disalurkan.

Pendampingan teknis, pemeliharaan tanaman, pengawasan distribusi, serta kesesuaian bibit dengan kondisi lahan juga diperlukan agar tingkat keberhasilan tanam dapat optimal.

Dengan dukungan tersebut, petani berharap produktivitas kebun kopi meningkat dan kualitas Kopi Arabika Gayo tetap terjaga sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh yang memiliki pasar internasional.(BI09)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...