Progres Jembatan Weh Porak Capai 45 Persen, Rampung Ditargetkan Desember

Tampak proses tahap pembangunan jembatan antar di Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Minggu 1 November 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Pembangunan Jembatan Weh Porak di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terus dikebut.

Hingga awal November 2026, progres pembangunan jembatan yang menjadi akses penghubung antarkabupaten tersebut telah mencapai 45 persen.

Saat ini, pekerjaan memasuki tahap pengangkatan dan penyusunan rangka baja yang menjadi bagian utama struktur bentang jembatan.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian, koordinasi, serta disiplin seluruh tim di lapangan untuk memastikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.

Deputi Project Manager PT PP, Reza Azlian, melalui Site Operational Manager Fadhli, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Weh Porak terus dipercepat sesuai target yang telah ditetapkan.

Menurut Fadhli, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Karena itu, pengerjaannya menjadi perhatian agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Meski demikian, proses pembangunan menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca.

Hujan yang turun di kawasan tersebut kerap menghambat pekerjaan, khususnya aktivitas di ketinggian dan pengangkatan rangka baja.

”Kalau kendala para tim yang bekerja dilapangan pada saat cuaca hujan. Karena dalam kondisi hujan untuk keamanan pekerja tidak boleh ada pekerjaan di ketinggian dan pengangkatan, selain itu debit air sungai sering meluap,” kata Site Operational Manager PT PP, Fadhli kepada rahasiaumum.com, Minggu (01/11/2026).

Fadhli menegaskan, kondisi tersebut cukup sering terjadi di lapangan.

Namun, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan seluruh pekerja sehingga pekerjaan yang berisiko tidak dipaksakan ketika cuaca tidak mendukung.

Pembangunan jembatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target waktu, tetapi juga mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan pekerja, serta penghormatan terhadap masyarakat dan budaya setempat.

Sesuai kontrak, pembangunan Jembatan Weh Porak ditargetkan rampung pada Desember 2026.

”Sesuai dengan kontrak ditargetkan pada bulan Desember selesai,” imbuhnya.

Pembangunan jembatan tersebut mendapat dukungan positif dari berbagai elemen masyarakat.

Warga berharap proyek ini dapat segera diselesaikan sehingga akses transportasi dan mobilitas masyarakat semakin lancar.(BI09)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...