Wabup Ismail Panen Raya Padi Organik Tri Sakti di Demplot Seruway

Avatar photo

Kualasimpang. RU – Wakil Bupati Aceh Tamiang. Ismail, SE.I lakukan panen raya padi organik [Tanpa bahan kimia] di Kampung (desa) Tualang, Kecamatan Suruway – Gedung Biara. Panen Raya Padi Organik tersebut bagian dari Visi dan Misi pasangan Armia Pahmi – Ismail yakni melaksanakan Program Ketahanan Pangan upaya untuk mengatasi ketersediaan bahan pangan beras agar stabil dan terpenuhi.

Demikian, Wakil Bupati Ismail menjelaskan seperti di kutip wartawan. Jumat, 22 Agustus 2025 dari Kualasimpang. Dilanjutkan bahwa; program tersebut merupakan hasil Demplot [Percontohan] Petani setempat. Saat ini padi jenis yang telah ditanam seluas 50 hektar, masih berumur 10 hari.

“Penanaman padi ini merupakan bentuk komitmen petani dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengarah pada swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional,” jelas Ismail.

Bebernya lagi, Panen padi dimaksud adalah hasil uji coba yang dilakukan dengan masa panen selama 75, merupakan yang pertama di Aceh.

“Ini benih unggul jenis Tri Sakti. Kita harus dapat menciptakan empat kali panen dalam setahun, sehingga mampu menjawab keluhan petani selama ini,” ucap Ismail. Lanjut Ismail; Pemerintah Aceh Tamiang tetap memperhatikan pendapatan petani yang ada didaerahnya.

Untuk itu Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pertanian tetap mengutamakan petani. Masih Ismail, benih padi unggul jenis Tri Sakti merupakan hasil karya anak bangsa melalui proses penelitian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan bentuk inovasi terbaru sehingga hasil dari benih padi dapat menguntungkan bagi para petani.

“Dengan menggunakan pupuk Bio P 2000 Z yang ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan kimia, maka akan melahirkan hasil panen dua kali lipat dari hasil panen sebelumnya dengan masa panen singkat, tidak terlalu membutuhkan banyak air,” katanya memuji.

Sementara Mukim Gedung Biara, Syahril mengatakan bahwa; para petani sangat mengharapkan bantuan pemerintah berupa alat pertanian terutama jenis zonder untuk mengolah tanah. Terutama itu pembangunan saluran irigasi harus dilakukan sehingga sawah petani dapat terairi.

“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan air di bawah petani masih tergantung pada sumur bor yang ada,” ungkapnya.

Benih padi jenis ini lahir untuk menyahuti keluhan para petani sehingga dapat meningkatkan hasil dan juga dalam menjaga ketahanan kedaulatan pangan bangsa, semoga saja ini dapat menjadi contoh untuk petani yang lain. [S04].

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...