Calon Datok Bundar, H. Zainal: Semangat untuk Bangkit Bangun Desa Bundar

H. Zainal, calon Datok desa Bundar Kecamatan Karang Baru dengan latar ragam kegiatan. Selasa 5 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Tanggung jawab Datok Penghulu Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, dinilai semakin berat setelah banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 merusak berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dampak bencana meluas ke sektor sosial, ekonomi, budaya, politik, kesehatan, hingga spiritual, yang saling berkaitan dalam membentuk kualitas hidup warga.

Kondisi tersebut membuat pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga tatanan sosial secara menyeluruh.

Salah satu kandidat pemilihan Datok Penghulu yang dijadwalkan berlangsung 10 Mei 2026, H. Zainal, menyatakan pencalonannya didorong keinginan membangun desa dalam jangka panjang.

“Kenapa saya nyalon Datok..? karena saya memikirkan desa dalam skala jangka panjang, yang pasti bertujuan ingin membangun Desa kelahiran saya,” ujarnya kepada rahasiaumum.com, di kediamannya, Selasa (05/05/2026).

Ia mengaku maju atas dorongan sebagian warga yang menilai dirinya mampu membawa perubahan.

“Yang pasti, panggilan hati ingin berbuat,” kata Zainal, yang juga pernah dipercaya sebagai imam desa.

Menurutnya, banjir telah menghancurkan bangunan, infrastruktur, serta dokumen penting milik masyarakat.

Kondisi tersebut membuat proses pembangunan ke depan harus dimulai kembali dari dasar.

“Kerja Datok Bundar mendatang, bukan hanya sekadar melanjutkan pembangunan, seperti tinggal memoles saja tetapi seperti memulai dari dasar lagi,” ujarnya.

Zainal menegaskan komitmennya memberikan pelayanan sesuai prosedur serta mempermudah urusan warga, termasuk dalam pemulihan dokumen kependudukan.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan sektor sosial, ekonomi, serta peningkatan pemahaman keagamaan.

Ia memastikan aspek keagamaan tetap menjadi perhatian utama melalui penguatan dakwah di tengah masyarakat.

Selain itu, sebagai putra daerah, ia bertekad memanfaatkan berbagai sumber anggaran secara terarah untuk membangun desa.

“Kita tidak boleh larut dalam keterpurukan ini. Kita harus semangat untuk bangkit,” tandasnya.(S011)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...