Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Senior Advisor for Assessment Divisi Quality Control pada Proyek Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Aceh-1, PT WIKA,  Rahmadina Alya, sedang meninjau pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang. Senin 20 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara) bukan sekadar atap pengganti, melainkan sebuah tempat tinggal layak huni yang selama ini diimpikannya.

Bencana alam seringkali meninggalkan luka mendalam, namun harapan baru justru tumbuh dari kepedulian dan inovasi.

Huntara hadir menjadi solusi nyata bagi para penyintas untuk kembali menemukan arti kehidupan. Di sini, kenyamanan “berteduh” memiliki makna yang sangat berharga, mengubah masa-masa sulit menjadi fase pemulihan yang lebih manusiawi.

Wujud Kepedulian Pemerintah dan Profesionalisme PT Wijaya Karya (WIKA) hadir menyapa masyarakat, sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk membangun hunian sementara berkonsep modular.

Pembangunan ini tersebar di beberapa titik strategis, yakni Huntara I Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru berlokasi di belakang Kantor DPRK Aceh Tamiang.

Sedangkan Huntara II lokasinya di lapangan sepak bola Depan SMP Negeri I Karang Baru dan Huntara III berlokasi di Kampung Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda, di sepanjang Jalan Lintas Medan – Banda Aceh.

Huntara III ini diketahui sedang tahap proses pembangunan.

Dari pantauan rahasiaumum com, setiap unit dibangun dengan struktur yang kokoh.

Satu modul terdiri dari 12 pintu hunian yang disusun saling membelakangi, dilengkapi fasilitas sanitasi lengkap yang terpisah antara pria dan wanita, menjamin privasi dan kenyamanan penghuni.

Senior Advisor for Assessment Divisi Quality Control pada Proyek Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Aceh-1, PT WIKA, Rahmadina Alya atau akrab disapa Mbak Rere, menjelaskan bahwa total terdapat 12 modul yang sedang dikerjakan saat ini.

Yang membuat Huntara ini istimewa adalah penggunaan sistem struktur baja modular MOLI yang berdesain Modern dan Inovatif, yang dibangun dengan inovasi kokoh dan ramah lingkungan.

“Teknologi ini memungkinkan proses pemasangan tanpa memerlukan alat berat. Ini mempercepat waktu konstruksi sekaligus meminimalkan dampak gangguan terhadap kondisi tanah,” ungkap Mbak Rere didampingi tim K3, Safety Officer Mas Rendy saat menerima kunjungan tim media, Senin (20/04/2024).

Menurut Mbak Rere, desain bangunan juga sangat memperhatikan kenyamanan untuk Wilayah Indonesia yang beriklim tropis.

Design Atap dilapisi aluminium foil untuk meredam suhu panas, sehingga suasana di dalam tetap sejuk. Hal ini sangat membantu mengurangi beban fisik dan psikologis warga selama menunggu hunian tetap.

“Pembangunan Huntara ini juga penuh dengan fasilitas Umum yang Lengkap serta menciptakan suasana lingkungan yang humanis dan penuh dengan kenyamanan,” imbuh Rere.

Menurut Rere, Huntara WIKA dirancang sepaerti kompleks perumahan cluster yang layak huni.

Tidak hanya bangunan tempat tinggal, berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan dengan sangat baik:

Kata Rere, fasilitas Umum yang tersedia adalah, mushola dan area terbuka untuk kegiatan sosial warga,sanitasi dan Air.

“Sistem air bersih dari jaringan perpipaan dan sumur, serta pengolahan limbah menggunakan instalasi biotech berkapasitas 5 m³ per blok. Air limbah dialirkan melalui saluran drainase yang memadai. untuk jaringan listrik terhubung langsung dengan jaringan PLN,” ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan Rere, kestabilan lahan Huntara dilakukan penataan kontur atau terasering untuk menjaga kestabilan tanah.

Dan dilengkapi taman hijau di setiap kavling Hunian.

“Ini lebih dari Sekadar Bangunan, tetapi tentang martabat manusia,” ungkap Rere.

Bagi Mbak Rere, proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi yang meneurut Rere ini adalah wujud nyata hadirnya Pemerintah melalui WIKA untuk menyediakan hunian yang bermartabat bagi masyarakat terdampak.

Lanjut Rere, inisiatif ini selaras dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam penguatan ketahanan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan perlindungan warga dalam situasi darurat.

WIKA berkomitmen menghadirkan solusi yang cepat, aman, dan berkelanjutan.

Kini, dengan kepastian tempat tinggal yang layak, perubahan positif mulai terlihat.

Anak-anak kembali memiliki tempat bermain dan belajar yang nyaman, dimana Keluarga bisa beristirahat dengan tenang dan layak.

Secara perlahan namun pasti, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya mulai bangkit dan kembali tumbuh dengan lebih baik,

“Huntara WIKA membuktikan bahwa hunian sementara bisa menjadi tempat tinggal dengan suasana hangat dan juga harmoni ini memberikan kenyamanan maksimal di masa pemulihan. Dampak Positif yang Langsung Terasa,” pungkas Rere.(S011)

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...

Menata Harapan di Tengah Luka

Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH. Bersama masyarakat penghuni Huntara. (Foto dok/rahasiaumum.com/Awelatam)

Menunggu Realisasi di Tengah Pemulihan

Kunjungan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang kembali menegaskan satu hal;...

Yang Terlewat Kini Dikejar; Pendataan Tahap III Dibuka untuk Warga Terdampak

Di balik angka-angka bantuan, ada satu hal yang paling menentukan: data. Di Aceh Tamiang, pemerintah...