Pengungsi di Pidie Mulai Tempati Huntara

huntara-sarjani
Warga terdampak bencana mulai menempati hunian sementara di Pidie, Aceh, Kamis (22/1/2026). (Foto: Humas Pemkab Pidie)

Sigli. RU – Sejumlah pengungsi bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie mulai menempati hunian sementara (huntara) sejak Kamis, 22 Januari 2026.

Penyerahan dan penempatan hunian sementara ditandai dengan prosesi peusijuek dipimpin Abon Hasan Blang Teungoh, dihadiri Bupati Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Huntara korban bencana banjir bandang akhir November 2025 tersebut terdiri dari 12 unit yang dibangun dari belanja tidak terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Pidie tahun anggaran 2025 sebesar Rp700 juta.

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah berharap hunian sementara tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman selama masa pemulihan serta menunggu selesainya pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana banjir.

Selanjutnya, Pemkab Pidie juga sedang merencanakan pembangunan 89 unit hunian tetap sebagai tempat tinggal permanen bagi warga korban bencana.

“Pembangunan hunian tetap ini dilakukan dengan perencanaan matang serta mempertimbangkan aspek mitigasi bencana, mengingat Gampong Blang Pandak berada di wilayah rawan bencana,” kata Sarjani Abdullah.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...