BPS Laporkan Kenaikan Nilai Ekspor Barang dari Aceh Hingga 61 Persen

Ekspor CPO
Ilustrasi - Akrtivitas pengapalan barang ekspor dari Aceh. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh. RU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada Juni 2026 mencapai USD 85,31 juta atau meningkat 61,31 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar USD 52,88 juta.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan sebagian besar komoditas asal Aceh diekspor melalui pelabuhan di wilayah Aceh dengan nilai mencapai USD 64,31 juta atau 75,39 persen dari total ekspor.

“Sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, yang didominasi melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara sebesar USD 20,87 juta,” kata Agus, dikutip Selasa (04/08/2026).

Berdasarkan negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar dengan nilai USD 47,83 juta. Komoditas utama yang dikirim ke negara tersebut adalah batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

Posisi berikutnya ditempati Tiongkok dengan nilai ekspor USD 14,29 juta yang didominasi batu bara, kopi, dan rempah-rempah.

Sementara Amerika Serikat berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor USD 12,33 juta, terutama untuk komoditas kopi dan rempah.

Secara keseluruhan, batu bara menjadi komoditas ekspor terbesar Aceh pada Juni 2026 dengan nilai USD 52,10 juta atau 61,08 persen dari total ekspor.

Selanjutnya disusul kopi dan rempah senilai USD 18,78 juta serta lemak dan minyak hewan atau nabati (CPO) sebesar USD 11,20 juta.

Di sisi lain, nilai impor Aceh turun tajam hingga 75,15 persen menjadi USD 26,04 juta, dibandingkan realisasi impor periode Mei 2026.

Menurut Agus, impor terbesar berasal dari Amerika Serikat dengan nilai USD 21,63 juta, didominasi komoditas gas propana dan butana.

Jepang berada di posisi kedua dengan nilai impor USD 4,02 juta berupa bahan kimia anorganik, sedangkan Thailand menempati urutan ketiga dengan nilai USD 0,39 juta yang didominasi komoditas garam, belerang, dan kapur.

Secara keseluruhan, gas propana dan butana menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai USD 21,63 juta atau 83,06 persen dari total impor Aceh. Selebihnya berasal dari bahan kimia anorganik, serta garam, belerang, dan kapur.

Dengan nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Juni 2026 mencatat surplus sebesar USD 59,27 juta.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...