Banda Aceh. RU – Inflasi Aceh pada April 2026 tercatat 0,23 persen secara bulanan dan 3,88 persen secara tahunan, turun dari 5,31 persen pada bulan sebelumnya serta mendekati target nasional 2,5 persen ±1 persen.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menyebut penurunan ini sebagai hasil sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
“Alhamdulillah, inflasi Aceh menunjukkan tren yang semakin terkendali. Ini merupakan hasil dari sinergi dan langkah konkret yang terus kita lakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujarnya.
Inflasi tahunan dipengaruhi beras, emas perhiasan, nasi lauk, rokok, dan daging ayam ras.
Sementara itu, kenaikan ikan dan tarif angkutan udara menjadi pemicu bulanan.
Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi 4,93 persen akibat gangguan distribusi pascabanjir dan longsor, sedangkan Meulaboh terendah 3,14 persen.
Pemerintah Aceh bersama TPID mengintensifkan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, pasar tani, dan distribusi pangan, terutama di wilayah terdampak bencana dan kota IHK.
Menjelang Idul Adha, disiapkan operasi pasar di 5 kota IHK, GPM di 11 kabupaten/kota, serta distribusi 284 ton gula dan 36 ton minyak goreng.
Mualem mengapresiasi dukungan TNI-Polri serta lembaga terkait.
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, termasuk TNI dan Polri, yang telah membantu memastikan distribusi pangan tetap lancar dan situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi dengan Bank Indonesia, BPS, Satgas Pangan, dan DJPb menjadi kunci pengendalian harga dan stabilitas ekonomi daerah.(R015)














