Aceh Tamiang. RU – Warga Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, mulai meninggalkan tenda pengungsian dan menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan pemerintah pascabanjir akhir November 2025.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi awal pemulihan setelah hampir lima bulan bertahan dalam kondisi terbatas.
Meski belum seluruh unit rampung, sebagian keluarga telah menempati tempat tinggal baru dan kembali menjalani aktivitas harian.
Salah seorang warga, Muhammad Fa’i, mengaku telah sepekan tinggal di huntara dan merasakan peningkatan kenyamanan dibandingkan tenda.
“Jauh lebih nyaman disini, area lebih luas dan pemandangan juga indah,” katanya, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Jumat (01/05/2026).
Ia menyebut sempat terjadi kebocoran pada atap saat awal ditempati, namun telah diperbaiki pemerintah.
Meski demikian, kondisi siang hari terasa panas karena belum tersedia pelindung tambahan.
Huntara tersebut dialokasikan bagi 163 kepala keluarga, dengan sekitar separuh unit telah dihuni, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Warga lain, Anwar, menyampaikan rasa syukur setelah akhirnya keluar dari pengungsian.
“Terima kasih kepada pemerintah telah memberi huntara ini,” ujarnya.
Menurutnya, hunian sementara memberikan ruang lebih layak untuk beraktivitas bersama keluarga dibandingkan kondisi sebelumnya.
Secara umum, masyarakat mulai kembali menata kehidupan, meski sejumlah fasilitas masih perlu dilengkapi.
Kehadiran huntara menjadi harapan bagi warga untuk bangkit setelah bencana yang cukup lama mengganggu aktivitas mereka.(Rel)














