Sukamakmue. RU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan (MRR), menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Nagan Raya serta pihak-pihak yang merasa kecewa dan terganggu atas peristiwa yang ia alami beberapa waktu lalu.
Secara khusus, ia juga meminta agar perasaan serta privasi keluarganya, terutama anak-anak dan keluarga besar, tetap dihormati di tengah sorotan publik.
Terkait laporan yang masuk ke pihak kepolisian maupun mekanisme internal di lingkungan legislatif, ia mengaku menghormati dan siap menerima konsekuensi atas proses yang sedang berjalan.
“Mengenai laporan kepada pihak kepolisian, saya menghormati dan siap mengikuti proses yang sedang berjalan,” katanya, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (05/11/2026).
Begitu juga dengan mekanisme di Badan Kehormatan DPRK (BKD) Nagan Raya, ia menyatakan menghargai proses tersebut dan akan memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Klarifikasi tersebut ia sampaikan setelah ramainya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhannya di rumah dinas yang berujung pada penggerebekan oleh istrinya pada Kamis malam, 29 Oktober 2026.
Dalam penggerebekan itu, istri Rizki mendapati dirinya sedang bersama seorang perempuan berinisial NA, di dalam kamar rumah dinasnya. Perkara ini kemudian dilaporkan oleh istrinya ke Polres Nagan Raya, dan sudah dilimpahkan ke Polda Aceh.
Di akhir keterangannya, Rizki yang juga menjabat Ketua DPD PPP Nagan Raya itu turut menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan nasihat, arahan, perhatian, serta dukungan moril kepada dirinya dan keluarga.
“Meski diterpa badai masalah pribadi, Saya akan tetap berupaya menjalankan amanah serta tanggung jawab yang dipercayakan oleh masyarakat Nagan Raya dengan sebaik-baiknya, dan senantiasa menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.(TH05)













