Blangpidie. RU – Pengerukan kolam labuh PPI Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, terancam terhenti akibat keterbatasan dana.
Setelah enam hari dikerjakan secara swadaya, kelanjutan pekerjaan itu kini bergantung pada dukungan tambahan agar alat berat dapat beroperasi lima hingga enam hari lagi.
Ketua Kelompok Masyarakat Nelayan Ujung Serangga, Safrizal, mengatakan pengerukan idealnya berlangsung selama 25 hari agar pendangkalan kolam labuh dapat ditangani lebih maksimal. Namun, keterbatasan biaya membuat nelayan kesulitan mempertahankan pekerjaan sesuai target.
Di tengah kondisi tersebut, Safrizal berharap kepedulian anggota DPRK Abdya untuk menyisihkan bantuan pribadi.
“Jika 25 anggota dewan memberikan bantuan sebesar Rp1 juta/orang, dana Rp25 juta dapat dihimpun untuk menambah biaya operasional alat berat untuk lima hingga enam hari,” katanya.
Menurutnya, pengerukan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan kebutuhan nelayan yang menggantungkan penghidupan pada aktivitas pelabuhan.
Karena itu, ia berharap persoalan pendangkalan kolam labuh mendapat perhatian bersama, termasuk dari para wakil rakyat.
“Kalau kolam labuh ini sudah bisa difungsikan, manfaatnya akan sangat dirasakan para nelayan di Ujung Serangga,” katanya.(TH05)













