Nelayan Ujong Serangga Biayai Pengerukan Kolam Labuh secara Swadaya

keruk kuala
Nelayan di Ujong Serangga, Aceh Barat Daya terpaksa menyewa ekskavator secara swadaya guna mengeruk kolam labuh yang dangkal. [Foto: Dok Warga]

Blangpidie. RU – Panglima Laot Aceh Barat Daya, T Indra Kusuma, menyesalkan sikap pemerintah yang kurang peduli terhadap kondisi pendangkalan kolam labuh yang sering dikeluhkan nelayan di kawasan Ujong Serangga, Abdya.

Akibat lambannya respons pemerintah, nelayan pun terpaksa mengumpulkan biaya sendiri untuk menyewa alat berat guna mengeruk kolam labuh yang mengalami pendangkalan selama lebih dari 10 tahun.

Mereka mengumpulkan uang secara swadaya untuk menyewa ekskavator agar kolam labuh dapat kembali berfungsi dan perahu nelayan lebih mudah bersandar.

“Dana yang terkumpul sejauh ini hanya cukup untuk membiayai pekerjaan selama empat hari. Sementara itu, pengerukan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 25 hari agar dapat diselesaikan secara menyeluruh,” ujar T Indra, Minggu (11/10/2026).

Keterbatasan dana membuat upaya pengerukan kolam labuh tidak bisa diselesaikan dengan sempurna. “Pengerukan akan dilanjutkan apabila nelayan kembali berhasil mengumpulkan biaya untuk menyelesaikan pengerukan kolam labuh tersebut,” ungkapnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...