Harga TBS Sawit Turun Hingga di Bawah Rp15 Ribu/Kg

Penurunan Harga Sawit
Seorang petani memanen sawit, mereka mengeluh harga anjlok. [Dok. rahasiaumum.com/T018]

Banda Aceh. RU – Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Fadhli Ali, menyoroti penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang turun drastis.

Pada Agustus hingga awal September 2026, harga CPO masih berada di atas Rp 15.500 per kilogram, bahkan mendekati Rp 16.000.

Namun, harga tersebut kini melemah hingga di bawah Rp 15.000 per kilogram. Pada 7 Oktober 2026, bahkan sempat menyentuh Rp14.625 per kilogram.

Fadhli menyayangkan, kondisi tersebut karena penyerapan CPO domestik meningkat setelah penerapan mandatori biodiesel B50 dimulai pada Juli 2026.

“Peningkatan serapan dalam negeri semestinya menjadi salah satu faktor pendukung pasar, tetapi harga tender CPO domestik justru mengalami tekanan,” ujarnya dikutip Minggu (11/10/2026).

Ia menilai, harga CPO di dalam negeri tidak hanya dipengaruhi permintaan untuk kebutuhan biodiesel, tetapi juga kebijakan fiskal dan dinamika pasar global.

Salah satu faktor yang disorot adalah pungutan ekspor (PE) CPO sebesar 12,5 persen. Dimana, beban pungutan tersebut dapat memengaruhi perhitungan keuntungan eksportir dan menekan batas harga yang bersedia mereka tawarkan dalam tender CPO domestik.

Selain itu, pergerakan harga CPO dalam negeri juga berkaitan dengan harga di pasar internasional, termasuk Bursa Malaysia Derivatives.

Koreksi harga minyak nabati lain, seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari, serta perubahan permintaan dari negara importir turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Atas kondisi tersebut, DPW Apkasindo Aceh mempertanyakan efektivitas kebijakan mandatori biodiesel B50 dan program ekspor satu pintu melalui DSI dan Danantara dalam menjaga harga CPO serta melindungi kepentingan petani sawit.

Di tingkat daerah, tekanan harga CPO turut tercermin dalam penetapan harga TBS pekebun mitra oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk minggu kedua Oktober 2026.

Harga TBS tertinggi untuk kelompok tanaman plasma berumur 10–20 tahun di wilayah timur ditetapkan sebesar Rp 3.591 per kilogram, turun dari Rp 3.736 pada pekan sebelumnya. Sementara itu, di wilayah barat, harga ditetapkan Rp 3.568 per kilogram, turun dari Rp 3.713.

Namun, Fadhli menyoroti persoalan lain yang dinilai terus merugikan petani, yakni harga pembelian di tingkat pabrik yang disebut tidak mengikuti ketetapan pemerintah.

Menurutnya, harga yang diterima petani dapat berselisih hingga Rp 500 per kilogram dari harga yang ditetapkan.

Ia menyebut pabrik membeli TBS dari pengepul dengan harga sekitar Rp 3.000 lebih per kilogram, sehingga harga di tingkat petani berpotensi lebih rendah lagi.“Bahkan, selisihnya bisa mencapai Rp 500 per kilogram,” ujarnya.

Jika harga pembelian dari pengepul berada di kisaran Rp 3.000 lebih per kilogram, Fadhli memperkirakan harga yang diterima petani dapat lebih rendah sekitar Rp 200–Rp 250 per kilogram, bergantung pada rantai penjualan.

Kondisi tersebut menambah tekanan yang dihadapi petani, terutama ketika harga CPO melemah dan harga TBS yang ditetapkan pemerintah ikut turun.

“Apkasindo Aceh menilai persoalan harga tidak cukup dilihat dari penetapan harga resmi, tetapi juga perlu memperhatikan realisasi harga pembelian di lapangan,” tukasnya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...