Harga TBS Sawit Turun Hingga Rp90 per Kg

TBS Sawit
Ilustrasi - Harga sawit di Nagan Raya kini anjlok hingga Rp1.600-Rp1.700/kg. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Banda Aceh.RU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan di sebagian wilayah Aceh.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Netap Ginting mengatakan, berdasarkan ketetapan harga bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada pekan keempat April 2026 mengalami penurunan sebesar Rp 70 hingga Rp 90 per kilogram. 

Menurutnya, penurunan harga tersebut dipicu oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dari periode sebelumnya.

“Harga CPO turun dari Rp 15.994 per kilogram menjadi Rp 15.444 per kilogram. Sementara harga kernel masih relatif stabil di angka Rp 15.204 per kilogram,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, harga pembelian TBS petani swadaya oleh pabrik kelapa sawit (PKS) saat ini bervariasi.

Harga tertinggi tercatat sebesar Rp 3.340 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di angka Rp 2.980 per kilogram.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan belum seragamnya harga pembelian di tingkat pabrik.

Karena itu, pihaknya berharap perusahaan dapat membeli TBS petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.

“Kami berharap rekan-rekan PKS membeli TBS petani secara linier dengan penetapan harga dari Distanbun Aceh,” katanya.

Selain itu, Apkasindo juga mengimbau petani sawit agar menerapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), termasuk memanen buah sesuai standar kematangan untuk menjaga kualitas dan harga jual.

Sementara itu, berdasarkan penetapan harga TBS yang berlaku mulai 22 April hingga 5 Mei 2026, harga tertinggi untuk mitra plasma tercatat pada tanaman berumur 10 hingga 20 tahun dengan rendemen 21,83 persen.

Di wilayah timur, harga mencapai Rp 3.758 per kilogram, sedangkan di wilayah barat sebesar Rp 3.694 per kilogram.

Untuk tanaman muda berumur tiga tahun, harga berada di kisaran Rp 2.821 per kilogram di wilayah timur dan Rp 2.772 per kilogram di wilayah barat.

Harga kemudian meningkat seiring usia tanaman hingga mencapai puncaknya, sebelum kembali menurun pada usia 21 hingga 25 tahun.

Adapun pada sektor mitra swadaya, harga dipengaruhi oleh komposisi bibit, dimana bibit dengan komposisi 100 persen Tenera memiliki harga tertinggi, yakni Rp 3.453 per kilogram di wilayah timur dan Rp 3.394 per kilogram di wilayah barat.

Sebaliknya, semakin tinggi persentase bibit Dura, harga cenderung menurun. Pada komposisi 40 persen Tenera dan 60 persen Dura, harga tercatat Rp 3.331 per kilogram di wilayah timur dan Rp 3.274 per kilogram di wilayah barat.

Dalam penetapan kali ini, harga CPO ditetapkan sebesar Rp 15.442,86 per kilogram dan harga kernel Rp 15.204,57 per kilogram.(TH05)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...