Panglima Laot di Aceh Barat Minta Kuota BBM Nelayan

SPBN Pusong
Petugas SPBN Desa Pusong mengisi jeriken BBM nelayan yang sudah beberapa hari mengantre untuk mendapatkan solar. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meulaboh. RU – Lembaga Adat Panglima Laot Lhok Kabupaten Aceh Barat meminta Pertamina menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan.

Sekretaris Panglima Laot, Nanda Ferdiansyah, mengatakan kekurangan kuota tersebut berdampak terhadap aktivitas melaut para nelayan. 

“Kalau di SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) tidak cukup, maka kami harus mengambil di SPBU yang ada dalam kota, itu pun terbatas, tidak bisa sesuai rekomendasi yang dikeluarkan dinas,” kata Nanda, Selasa, (01/09/2026).

Dikatakan Nanda, kuota per bulan yang diberikan untuk nelayan berjumlah 176 ton setiap bulan, dengan sekali pasok mencapai 16 ton. Sehingga dalam satu bulan dipasok sebanyak 11 kali.

Menurutnya, dalam satu kali pasokan nelayan mendapat jatah secara merata, sehingga apabila satu kapal nelayan membutuhkan 4 ton pasokan BBM Solar untuk melaut, maka harus menunggu beberapa waktu, agar kebutuhannya bisa terpenuhi.

“Kami meminta pemerintah dan pertamina mempertimbangkan penambahan kuota BBM nelayan mencapai 346 ton, agar bisa mencukupi kebutuhan nelayan untuk melaut secara rutin,”ujarnya.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...