Calang.RU – Nelayan di Kabupaten Aceh Jaya mengeluhkan pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) yang membuat mereka harus menunggu hingga dua hari baru bisa melaut.
“Kami sulit mendapatkan BBM karena pasokan untuk nelayan terbatas,” kata Sekretaris Panglima Laot (lembaga adat) Lhok Rigaih, Maulizar dikutip Sabtu (09/05/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan BBM jenis solar untuk boat nelayan 7 gross tonnage (GT) disana sebesar 700 liter sekali jalan sesuai surat izin pemerintah, tetapi karena terjadinya antrean panjang dan stok terbatas, para nelayan mereka tidak mendapatkan minyak sesuai kebutuhan.
Ia berharap, BBM untuk para nelayan kedepannya bisa menjadi prioritas, sehingga ekonomi masyarakat di sana berjalan baik.(TH05)














