Idi. RU – Sedikitnya 31 hektare areal persawahan di Kabupaten Aceh Timur, mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang terjadi sejak empat bulan lalu.
“Serangan hama tikus ini sudah mulai muncul sejak Mei 2026. Dari total 129,5 hektare serangan yang tercatat di sejumlah kecamatan, seluas 72,5 hektare berada di Kecamatan Madat,” kata Kepala Bidang Perlindungan Tanaman pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Faisal Fahmi, Selasa (01/09/2026).
Dia mengatakan serangan tikus di Kecamatan Madat terjadi di sembilan gampong dengan total luas tanam mencapai 662 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72,5 hektare terserang dan 28 hektare mengalami puso.
Serangan terluas terjadi di Gampong Rambong Lop. Dari 76 hektare luas tanaman padi, sebanyak 25 hektare terserang tikus dan 12 hektare di antaranya mengalami puso.
Kemudian, di Matang Jrok dari 100 hektare luas tanam, serangan mencapai 14 hektare dengan delapan hektare mengalami puso. Di Ulee Ateung, dari delapan hektare luas tanaman, lima hektare terserang dan tiga hektare puso.
Sementara di Gampong Madat, serangan tikus mencapai delapan hektare dengan lima hektare di antaranya mengalami puso. Serangan juga terjadi di Blang Ubit seluas tiga hektare, Bintah tujuh hektare, Matang Keupula Lhee dua hektare, Matang Nibong lima hektare serta Seuneubok Pidie seluas 3,5 hektare.
Selain di Madat, serangan tikus juga ditemukan di sejumlah kecamatan lain. Di Kecamatan Simpang Ulim, serangan tercatat seluas sembilan hektare, dengan tiga hektare di antaranya mengalami puso.
Di Kecamatan Indra Makmur, serangan mencapai dua hektare, Julok tiga hektare, Pante Bidari 25 hektare, Peureulak empat hektare, Peureulak Barat tujuh hektare, Birem Bayeun satu hektare, Idi Rayeuk empat hektare, Peudawa satu hektare dan Ranto Peureulak satu hektare.
Faisal mengatakan, salah satu penyebab serangan tikus terjadi dan meluas adalah dampak banjir serta pola tanam padi yang tidak dilakukan secara serentak.
“Efek banjir dan pola tanam yang tidak serentak, membuat serangan hama tikus meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat hama tikus lebih mudah berpindah dan menyerang tanaman padi di sejumlah areal persawahan.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, kata Faisal, sudah mengecek langsung ke lapangan untuk melihat kondisi tanaman dan tingkat serangan di wilayah terdampak.
Dengan total 129,5 hektare sawah terserang dan 31 hektare telah puso, Faisal mengatakan Kecamatan Madat menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serius karena serangan terjadi cukup luas sejak beberapa bulan terakhir.(TH05)













