GeRAK Lakukan Penguatan Kelembagaan Tata Kelola Perubahan Iklim di Aceh Tamiang

Avatar photo

Kualasimpang. RU – Lembaga Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menginisiasi Focus Grup Discustion (FGD)terkait Pemetaan dan Aktor Perubahan Iklim Melalui Ekonomi Berbasis Hutan dan Masyarakat di Aceh Tamiang. Rabu, 20 Agustus 2025.

FGD kali kedua ini merupakan finalisasi untuk Skoring isu dan Aktor Menggunakan Tools Micmac dan Mactor. FGD awal dilakukan pada pertengahan Juni 2025 lalu di kantor Bappeda Aceh Tamiang.

Demikian jelas Koordinator Inisiasi, Fernand dari GeRAK Aceh seperti dilansir wartawan. Rabu, 20 Agustus 2025 dari Karang Baru, Aula WD Coffee.

“Hari ini FGD finalisasinya, sedangkan untuk target Goals nya seperti yang saya sebutkan di atas. Artinya kita akan terus mencari dan menggali potensi ekonomi berbasis hutan, apa dan bagaimana mengembangkan iklim ekonomi sehat dari sektor ini,” jelas Fernand.

Beber Fernand kenapa harus menggunakan metode Micmac dan Mactor. Karena digunakan dalam perencanaan strategis dan manajemen proyek untuk memahami dinamika antara berbagai aktor dan isu yang terkait dengan suatu proyek atau kebijakan.

Micmac adalah metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu strategis dalam suatu sistem. Metode ini membantu dalam memahami hubungan antara berbagai variabel dan mengidentifikasi isu-isu yang paling penting dan berpengaruh.

Dan Mactor adalah metode analisis yang digunakan untuk memahami dinamika antara berbagai aktor yang terkait dengan suatu proyek atau kebijakan. Metode ini membantu dalam mengidentifikasi aktor-aktor yang berpengaruh, memahami motivasi dan kepentingan mereka, serta memprediksi perilaku mereka dalam suatu situasi.

Sedangkan Skoring Isu dan Aktor dilakukan dengan memberikan nilai atau skor pada setiap isu dan aktor berdasarkan kriteria tertentu.

“Dengan menggunakan Micmac dan Mactor, analisis skoring isu dan aktor dapat membantu dalam Memahami isu-isu yang paling penting dan berpengaruh dalam suatu sistem. Memahami motivasi, kepentingan, dan perilaku aktor-aktor yang terkait dengan suatu proyek atau kebijakan,” jelas Fernand.

Terpenting sebut Fernand, FGD dimaksud adalah untuk Mengembangkan strategi yang efektif untuk mengelola isu-isu strategis dan aktor-aktor yang berpengaruh.

Hampir terlupakan bahwa; FGD Pertama di Bappeda Juni 2025 lalu sudah di audiensikan pada Bupati, yang nantinya akan dibawa ke provinsi dijadikan sebagai penguatan kelembagaan dan tata kelola perubahan iklim.

Ucap Fernand lagi bahwa; kegiatan FGD ini di dukung oleh MANKA Jakarta dan SGPP, “Saya apresiasi untuk MANKA, Pemerintah Aceh Tamiang dan seluruh peserta yang berhadir di FGD ini. Tanpa mereka kami tak berarti apa-apa,” Pungkas Fernand.

“Harapannya nantinya hasil ini menjadi strategi lanjutan dengan Multipol untuk merekomendasikan skenario pelaksanaan FoLU Provinsi Aceh khususnya kabupaten Aceh Tamiang”, tutupnya. [S04].

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...