HGU PTPN IV Berakhir, Petani Aceh Utara Tuntut Pengembalian Tanah Rakyat

htn
Masyarakat mengikuti peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, Kamis (24/09/2026). 

Lhoksukon. RU – Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Utara meminta pemerintah mengembalikan tanah kepada rakyat, dengan tidak memperpanjang izin Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV yang akan berakhir 26 November 2026.

Warga dari 19 desa di Kemukiman Cot Girek, Pirak Timu, dan Paya Bakong itu meminta pemerintah membagikan tanah tersebut untuk reforma agraria/Sertifikat Hak Milik (SHM)/Hak Pengelolaan (HPL)/BUMG di 19 desa.

Tuntutan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng, Lhoksukon, Kamis (24/09/2026).

Sebagian besar masyarakat berasal dari 19 desa di Kemukiman Cot Girek, Pirak Timu, dan Paya Bakong dalam Kabupaten Aceh Utara, yang diorganisir Serikat Tani Aceh (Setia).

Dalam kesempatan itu, Ketua Setia, Hamdani juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang menuntut pemerintah melindungi makam keluarga masyarakat yang berada di lokasi HGU.

Mereka juga minta pihak terkait untuk memproses secara hukum manajemen PTPN IV yang telah merusak makam.

“Hentikan aktivitas radius makam, pugar makam yang dirusak, tetapkan sebagai situs cagar budaya,” tegasnya.

Tuntutan lainnya, Disnaker harus mengaudit PTPN IV karena melanggar Qanun 7/2014. Mereka menuntut seluruh pekerja merupakan warga lokal.

“Setelah HGU habis, pengelolaan untuk tenaga kerja 19 desa dilakukan via koperasi BUMG,” sebut Hamdani.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...