Program Cetak Sawah Dihentikan, Petani Bireuen Sampaikan Aspirasi

Suasana pertemuan masyarakat tani bersama Tim BPLIP Kelas I Medan, di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen. Rabu 5 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bireuen. RU – Sejumlah petani di Kabupaten Bireuen meminta Kementerian Pertanian melanjutkan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dihentikan sementara.

Aspirasi itu disampaikan dalam pertemuan bersama Tim Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Medan di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Rabu (05/08/2026).

Ketua Kelompok Tani Blang Pante Geulima, Yusmadi, mengatakan kelompoknya mendapat alokasi program seluas 8,1 hektare dan pekerjaan telah terealisasi lebih dari 50 persen sebelum dihentikan.

“Kami berharap program cetak sawah di Paya Dua dapat dilanjutkan. Ini harapan kami sebagai petani,” kata Yusmadi.

Senada, Ketua Poktan Blang Pante, Azmi, menilai program tersebut bermanfaat karena mengubah lahan tidur menjadi sawah produktif.

“Program ini tidak menimbulkan persoalan di masyarakat. Justru memberikan manfaat bagi petani karena lahan yang sebelumnya terbengkalai bisa dijadikan sawah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, menegaskan Program Cetak Sawah Rakyat merupakan program nasional yang dibiayai APBN.

Penentuan kontraktor sepenuhnya dilakukan Kementerian Pertanian melalui tender sehingga pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan mengintervensi.

“Kontraktor dipilih melalui proses tender di Kementerian Pertanian. Tidak ada intervensi dari bupati ataupun kepala dinas karena seluruh proses dilakukan melalui sistem lelang e-katalog,” kata Mulyadi.

Kepala Tata Usaha BPLIP Kelas I Medan, Mukhtar, menyebut Bireuen memperoleh alokasi 140 hektare Program Cetak Sawah Rakyat pada 2026 yang tersebar di lima kecamatan.

Menurut dia, selain membuka sawah baru, program juga mencakup penyediaan sumber air bagi lahan pertanian.

“Yang menikmati hasilnya adalah masyarakat petani. Pemerintah tidak memungut pajak dari hasil panen sawah tersebut,” ujarnya.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...