Jalan Padang Langgis-Pusong Kapal Rusak, Warga Keluhkan “Lubang Buta”

Tampak kondisi jalan berlubang yang terdapat dibeberapa titik di Kecamatan Seruway. Minggu 20 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Pengendara yang melintasi ruas jalan dari perbatasan Kecamatan Rantau, tepatnya Desa Padang Langgis, hingga Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, harus ekstra berhati-hati.

Jalan aspal sepanjang puluhan kilometer itu mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang.

Kondisi semakin membahayakan ketika hujan turun.

Genangan air menutupi lubang-lubang di badan jalan sehingga kerusakan tidak terlihat jelas oleh pengendara.

Kondisi tersebut juga membuat kenyamanan perjalanan terganggu.

Abdul (53), warga setempat, mengatakan kondisi jalan tersebut menyulitkan pengendara meski telah berusaha berhati-hati.

“Kalau kami bilang, itu lubang buta namanya. Kita tidak tahu adanya lubang menganga di depan kita saat sedang dalam perjalanan. Meski berhati-hati, roda kendaraan tetap saja masuk ke lubang,” ungkap Abdul kepada rahasiaumum.com, Minggu (20/09/2026).

Menurut dia, air hujan yang menggenangi lubang, baik berukuran besar maupun kecil, membuat kerusakan badan jalan tidak terlihat.

Kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

“Hilang rasa nyaman dalam perjalanan. Terlebih lagi di saat hujan maupun setelahnya,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan melakukan perbaikan terhadap ruas jalan tersebut agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli, saat dikonfirmasi rahasaumum.com mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dan berupaya mencari solusi untuk pemeliharaan badan jalan di Kecamatan Seruway.

“Pemerintah sedang berupaya mencari solusinya, keterlambatan ini dikarenakan ketiadaan anggaran dari daerah kita,” sebut Edi.

Menurut Edi, Dinas PUPR juga telah berkoordinasi dengan pimpinan Satgas TNI Jhonlin terkait upaya perbaikan ruas jalan Seruway-Pusong Kapal.

Namun, rencana tersebut masih terkendala persoalan anggaran.

“Kita upayakan untuk mencari sumber dana lain, misalnya dana Otsus dan lainnya,” imbuh Edi.

Sementara itu, kerusakan ruas jalan Alur Manis hingga Pekan Seruway juga masih terkendala keterbatasan anggaran.

Edi Nurfadli mengatakan telah memerintahkan Kepala Bidang Bina Marga untuk melakukan pengukuran serta kajian terhadap kebutuhan anggaran perbaikan jalan tersebut.

“Jalan Alur Manis – Pekan Seruway kita lihat dulu ketersediaan sisa anggaran swakelola kita untuk patching (tambal sulam) aspal yang berlubang,” tegas Edi.(S04)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...