Setelah Terputus akibat Banjir, Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka

Tampak warga bersuka-ria sesaat sebelum pembukaan jembatan Krueng Tingkeum setelah terputus akibat banjir banda Aceh 2025. Sabtu 19 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bireuen. RU – Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, kembali dibuka untuk lalu lintas umum mulai Minggu (20/09/2026).

Jembatan permanen ini memulihkan konektivitas jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sebelumnya terganggu akibat banjir besar.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh mengapresiasi Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Satgas PRR Bapak Tito Karnavian dan Menteri PU Bapak Dody Hanggodo atas selesainya pembangunan serta beroperasinya Jembatan Krueng Tingkeum untuk masyarakat,” ujar Dek Fadh di sela kunjungan kerjanya di Semarang.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” katanya.

Jembatan Krueng Tingkeum terputus akibat banjir besar pada November 2025.

Selama pembangunan kembali, pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey dengan sistem buka-tutup yang sempat menyebabkan antrean kendaraan.

Dek Fadh juga mengapresiasi TNI dan Polri yang membantu menjaga akses, keamanan, dan kelancaran lalu lintas selama masa pembangunan.

“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Ia berharap beroperasinya jembatan permanen tersebut memberikan kepastian bagi pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi logistik di Aceh.

“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sehingga jembatan ini dapat kembali digunakan. Semoga keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Aceh,” ujar Dek Fadh.(R10)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...