Pemerintah Aceh Jelaskan Pergub JKA di Hadapan Wali Nanggroe

Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, Sekda M. Nasir, bersama jajaran Forkopimda Aceh saat menggelar Rakor Strategis Penyelenggara & Keberlanjutan JKA, di Meuligoe Wali Nanggroe. Selasa 19 Mei 2026. [Dok. Humas Aceh/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Polemik kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forkopimda yang digelar di Pendopo Wali Nanggroe, Selasa (19/05/2026).

Dalam forum tersebut, Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar meminta penjelasan langsung kepada Pemerintah Aceh terkait alasan penerbitan Pergub JKA serta dampaknya bagi masyarakat.

Ia juga meminta pandangan dari Polda Aceh, Kabinda Aceh, tokoh agama, dan akademisi.

Sekda Aceh M Nasir yang mewakili pemerintah Aceh menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menata ulang data penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah pusat.

“Tujuan pergub ini adalah menata ulang data berdasarkan DTSEN. Data ini ditetapkan presiden dan semua lembaga harus mengacu pada data ini. Ada empat provinsi yang juga mengacu pada data tersebut,” kata M Nasir.

Ia menambahkan, kebijakan itu juga dipengaruhi keterbatasan fiskal daerah serta adanya pengikatan penggunaan anggaran, sehingga tidak dapat dikelola secara bebas.

M Nasir menyebut, setelah evaluasi dan pertimbangan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah memutuskan pencabutan Pergub JKA dan akan diterbitkan regulasi baru untuk menghentikan aturan tersebut.

Sementara itu, Wali Nanggroe menegaskan bahwa isu JKA tidak hanya berkaitan dengan administrasi anggaran, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“JKA bukan hanya soal administrasi anggaran. Saya harap semua aspirasi ditampung dan pemerintah harus hadir menjaga stabilitas daerah serta kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintah,” ujar Malik Mahmud.

Ia juga mengingatkan kembali sejarah panjang konflik di Aceh sebagai pelajaran penting untuk memperkuat komunikasi, menjaga stabilitas, dan memastikan kebijakan berpihak kepada masyarakat.(R015)

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...