Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

HRB sambut kedatangan jamaah haji Subulussalam di Makkah. Kamis 21 Mei 2026. [Dok. Prokopim Subulussalam/rahasiaumum.com]

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang tergabung dalam Kloter BTJ 12 Aceh tahun 2026.

Bukan hanya karena mereka akhirnya menjejakkan kaki di Tanah Suci, tetapi juga karena ada kisah yang jarang terjadi dalam perjalanan ibadah haji sebuah daerah.

Untuk pertama kalinya, para jemaah dilepas langsung oleh wali kota mereka di tanah air, lalu kembali disambut oleh sosok yang sama di Kota Makkah.

Di tengah jutaan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, kehadiran Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin atau HRB di antara para jemaah menghadirkan suasana berbeda.

Ia tidak sekadar datang sebagai kepala daerah atau tim pengawas haji tahun 2026, melainkan hadir layaknya keluarga yang menjemput sanak saudara sendiri.

Setibanya di Arab Saudi, jemaah haji Aceh Kloter BTJ 12 yang berasal dari Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Simeulue, dan Banda Aceh disambut hangat di Makkah Al-Mukarramah.

Penyambutan itu dilakukan bersama dua putra daerah asal Subulussalam yang juga mendapat amanah sebagai petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, yakni Khalidin Umar Barat dari Daker Makkah dan Zakirun Alves dari Daker Bandara.

Sebelumnya, ketika rombongan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Zakirun Alves menjadi salah satu sosok pertama yang menyambut para jemaah.

Kehadiran petugas yang berasal dari daerah sendiri memberi rasa tenang bagi jemaah, terutama para lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih setelah menempuh perjalanan panjang.

Di Makkah, suasana haru kembali terasa. HRB terlihat berdiri di antara para jemaah yang baru tiba.

Ia menyapa satu per satu wajah yang dikenalnya, membantu menuntun lansia berjalan, bahkan ikut mengangkat barang bawaan jemaah.

Tidak tampak jarak antara pemimpin dan masyarakatnya.

Di sela padatnya aktivitas penyelenggaraan ibadah haji, HRB justru terlihat sibuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan terbaik.

Dengan pakaian sederhana dan sikap yang tenang, ia beberapa kali tampak mendampingi jemaah lanjut usia menuju penginapan mereka.

Pemandangan itu menjadi kesan mendalam bagi para jemaah.

“Rasa lelah perjalanan seperti hilang ketika melihat kepala daerah dan putra daerah sendiri menyambut kami di Makkah,” ujar seorang jemaah dengan mata berkaca-kaca.

Bagi HRB, mendampingi jemaah bukanlah pengalaman baru. Sebelum menjadi wali kota, ia telah lama berkecimpung di dunia travel umrah dan haji.

Pengalaman belasan tahun sebagai mutawif membuat dirinya begitu akrab dengan pelayanan jemaah.

Pengalaman itu pula yang kembali terlihat saat dirinya langsung turun mendampingi pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah asal Subulussalam dan Aceh Singkil.

Dengan sabar, ia membimbing para jemaah mulai dari tata cara thawaf, sa’i, hingga tuntunan ibadah di Masjidil Haram.

Pendekatan HRB kepada jemaah terasa hangat dan membumi.

Selain dikenal sebagai kepala daerah, ia juga merupakan pimpinan Pondok Modern Darurrahmah Sepadan di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, serta Pondok Darur Rasyid Silatong di Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

Latar belakang pendidikan Islam dan pembinaan umat itu membuat dirinya terbiasa dekat dengan masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan Khalidin Umar Barat dan Zakirun Alves juga menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh, khususnya Subulussalam dan Aceh Singkil.

Khalidin Umar Barat tercatat untuk kedua kalinya mendapat amanah sebagai petugas PPIH Arab Saudi.

Pada musim haji 2024, jurnalis senior asal Subulussalam itu pernah bertugas di Daker Madinah sebagai bagian dari Media Center Haji (MCH).

Tahun ini, ia kembali dipercaya bertugas pada layanan akomodasi di Daker Makkah.

Di tengah pelaksanaan tugas, Khalidin juga kembali menjalankan fungsi Media Center Haji di Sektor 10 Aziziyah, Makkah Al-Mukarramah.

Selain aktif sebagai petugas haji dan jurnalis, Khalidin juga dikenal sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Subulussalam serta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Subulussalam.

Sementara itu, Zakirun Alves menjadi bagian penting dalam pelayanan kedatangan jemaah di bandara.

Kehadirannya membantu proses penyambutan para jemaah Aceh berlangsung lebih hangat dan penuh kedekatan emosional.

Bagi masyarakat daerah, kehadiran figur-figur putra daerah di tengah pelayanan haji bukan sekadar kebanggaan simbolik.

Mereka menjadi representasi tentang pengabdian dan kepedulian kepada para tamu Allah.

Jemaah Kloter BTJ 12 sendiri ditempatkan di Hotel Al Wehdah Al Mutamayiz, Hotel 601 Sektor 6 Makkah.

Di tempat itulah mereka beristirahat sekaligus mempersiapkan diri menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.

Di tengah lautan manusia dari berbagai bangsa dan bahasa, kebersamaan antara pemimpin, petugas, dan jemaah asal daerah yang sama menghadirkan cerita sederhana yang menyentuh hati: tentang pelayanan yang tulus, pengabdian yang nyata, dan kedekatan yang tidak dibatasi jabatan.

Bagi para jemaah asal Subulussalam dan Aceh Singkil, perjalanan haji tahun ini tampaknya akan dikenang bukan hanya sebagai perjalanan spiritual menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan emosional yang memperlihatkan bahwa seorang pemimpin dapat hadir begitu dekat dengan masyarakatnya, bahkan hingga ke Tanah Suci.(MB017)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...