Aceh Tengah. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh resmi memulai langkah pembentukan BNN Kabupaten guna memperkuat pengawasan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara BNN Provinsi Aceh dan Pemkab Aceh Tengah di Gedung Oproom Setdakab Aceh Tengah, Kamis (21/5/2026).
Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Dr Dedy Tabrani mengatakan pembentukan BNN Kabupaten merupakan bentuk kehadiran negara dalam menangani persoalan narkotika di daerah.
Ia menyebut sekitar 40 persen narkoba yang masuk ke Indonesia melewati Aceh, terutama sabu-sabu dan heroin. Selain itu, Aceh Tengah juga disebut menjadi salah satu jalur distribusi ganja dari Gayo Lues dan Meulaboh.
“Hari ini juga Polres berhasil menangkap 30 kilogram ganja. Kalau jalur Betung dijaga ketat, mungkin setiap hari ada tangkapan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Drs Haili Yoga MSi menegaskan pembentukan BNN Kabupaten penting karena Aceh Tengah merupakan daerah tujuan wisata di Provinsi Aceh.
“BNN penting dibentuk karena rujukan daerah wilayah tengah dan juga daerah wisata maka pembentukan itu sangat penting, dan kami komitmen serius dalam pembentukan BNN di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Haili Yoga.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen pemberantasan narkoba di daerah.(*)














