Blangkejeren. RU – Kapolres Gayo Lues melalui Kapolsek Putri Betung, Ipda Novrizal menyebutkan bahwa konflik antara Harimau Sumatera dan warga di wilayah Kecamatan Putri Betung, sudah berulang kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Ia mengatakan, sedikitnya sudah terjadi sekitar 40 kasus serangan Harimau Sumatera terhadap hewan milik warga di wilayah Puteri Betung.
“Kurang lebih sudah 40 kejadian. Namun baru kali ini harimau menerkam warga. Karena biasanya harimau tersebut hanya memakan ternak warga,” kata Ipda Novrizal dikutip Kamis (21/05/2026).
Terkait serangan harimau terhadap warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) punu berjanji akan melakukan pemantauan dengan memasang kamera trap.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, lokasi kejadian memang berada dekat dengan habitat Harimau sumatera di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
“Untuk mencegah kejadian ini berulang, kami akan melakukan pemantauan dengan memasang kamera pemantau, namun kami juga meminta masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di kebun,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya,Seekor harimau sumatera menyerang seorang warga Desa Singgah Mulo, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Selasa (19/05/2026) siang.
Peristiwa itu terjadi saat korban sedang membersihkan kebun jahe miliknya di kawasan perkebunan yang berada tidak jauh dari area hutan.
Saat sedang bekerja, korban tiba-tiba diserang harimau sumatera yang diduga muncul dari semak di sekitar lokasi kebun.
Beruntung, korban bisa melepaskan diri dari cengkraman hewan buas tersebut. Namun akibat serangan itu, korban mengalami luka serius di bagian wajah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Kutacane untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, kondisi korban mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif.(TH05)














