Bener Meriah. RU – Warga Desa Panteraya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan terhentinya aliran air bersih dari PDAM Tirta Bengi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Keluhan memuncak sejak Jumat, 8 Mei 2026, ketika distribusi air dilaporkan sepenuhnya terhenti.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, selama pasokan tidak mengalir, masyarakat terpaksa membeli air bersih untuk bertahan.
“Selama air tidak mengalir kami beli air bersih untuk kebutuhan. Kabarnya seminggu air mati, tetapi sudah lebih seminggu air tidak mengalir. Kami juga kesulitan air bersih,” ujarnya, kepada rahasiaumum.com.
Gangguan distribusi juga terjadi di Rumah Tahanan Kelas IIB Bener Meriah.
Pihak rutan harus mengambil air dari sumber terdekat menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan penghuni.
Kepala Rutan Bener Meriah, Ari Samanto, mengatakan pasokan PDAM belum kembali normal sejak Jumat pekan lalu.
“Air PDAM masih belum mengalir di Rutan sejak Jumat, 8 Mei 2026 kemarin. Kami ambil air di mata air dekat lapangan pacuan kuda menggunakan truk tanki,” kata Ari, kepada rahasiaumum.com, Rabu (20/05/2026).
Menurut dia, pengambilan air dilakukan sejak Jumat siang dan berlangsung hingga kini.
“Sehari bisa 5 kali mobil tanki ambil air,” ujarnya.
Ari menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM, namun distribusi belum pulih karena masih berlangsung perbaikan jaringan.
“Sudah koordinasi dengan pihak PDAM juga tetapi air belum mengalir karena masih dalam proses perbaikan pipa,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Pimpinan PDAM Tirta Bengi, Samusi Purnawira Dade, mengatakan petugas sedang melakukan pemindahan jalur pipa di dekat jembatan Bailey kawasan Batalyon.
“Insyaallah besok mudah-mudahan sudah selesai pekerjaannya,” kata Dade saat dikonfirmasi.
Ia juga menyampaikan distribusi air untuk pelanggan di kawasan Desa Panteraya dan Simpang Balik diperkirakan mulai normal kembali pada Kamis, 21 Mei 2026.(*)














