Tinggal Sendiri, Petani di Seunagan Timur Ditemukan Tak Bernyawa

Polisi saat melakukan olah TKP ata penemuan mayat di di Dusun Kecubong Tunong, Gampong Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya. Kamis 21 Mei 2026. [Dok. Polres Nagan Raya/rahasiaumum.com] Tinggal Sendiri, Petani di Seunagan Timur Ditemukan Tak Bernyawa

Suka Makmue. RU – Aroma menyengat yang tercium dari sebuah rumah di Dusun Kecubong Tunong, Gampong Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, mengungkap penemuan jasad seorang pria, Rabu, 20 Mei 2026 sore.

Korban diketahui bernama Misno Bakar (53), seorang petani yang tinggal seorang diri di wilayah tersebut.

Penemuan mayat bermula ketika warga bernama Ngadio Markam (60) melintas di depan rumah korban sekitar pukul 17.30 WIB saat hendak menuju warung milik Ruslim (55).

Dalam perjalanan, ia mencium bau tidak sedap menyerupai bangkai.

Sesampainya di warung, Ngadio menyampaikan hal itu kepada Ruslim.

Keduanya kemudian bersama sejumlah warga mencari sumber aroma tersebut.

Sekitar pukul 17.45 WIB, warga tiba di depan rumah korban dan mendapati pintu dalam keadaan terbuka.

Saat masuk ke dalam, mereka menemukan Misno terbaring terlentang di kamar dengan kondisi tubuh telah membusuk dan menghitam.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan aparat gampong kepada Polsek Seunagan Timur sekitar pukul 19.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Inafis Sat Reskrim Polres Nagan Raya melakukan olah tempat kejadian perkara pada pukul 20.30 WIB.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sultan Iskandar Muda menggunakan ambulans PMI Kabupaten Nagan Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban terakhir kali terlihat pada Rabu, 13 Mei 2026, ketika mengambil bantuan Baitul Mal di Kantor Camat Seunagan Timur.

“Dari hasil sementara di lokasi kejadian, petugas belum menemukan adanya tanda-tanda tindak pidana. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit atau faktor alami,” demikian keterangan Polisi yang diterima rahasiaumum.com, Kamis (20/05/2026).

Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Proses penanganan turut terkendala kondisi geografis menuju lokasi karena akses ke desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan harus menyeberangi sungai.

Saat ini polisi telah melakukan pulbaket, koordinasi dengan instansi terkait, dokumentasi, serta menyusun laporan resmi.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap warga yang tinggal sendiri guna mengantisipasi keterlambatan penanganan saat kondisi darurat terjadi.(IA03)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...