MaTA: Sudah 6 Jenderal Polisi yang Jabat Kapolda Aceh tak Mampu Tertibkan Tambang Ilegal

Tambang di Jantho
Foto udara aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan hutan Cagar Alam Jantho. [Foto: Walhi/Rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengungkapkan, sudah enam jenderal polisi yang menjabat Kapolda Aceh, namun tak mampu menertibkan penambangan emas ilegal di Aceh yang terus terjadi hingga hari ini.

Karena itu, MaTA mendesak Kapolda Aceh yang baru dilantik, Irjen Pol Ruddi Setiawan, bertindak tegas termasuk terhadap anggotanya yang terlibat aktivitas penambangan ilegal yang sangat merusak kawasan hutan.

“Sudah enam jenderal yang ditunjuk sebagai Kapolda Aceh, tapi belum mampu menegakkan hukum pada kasus penambangan ilegal,” ujar Alfian dikutip Senin (06/07/2026).

Irjen Pol Ruddi Setiawan pun menjadi jenderal ketujuh yang menjabat Kapolda Aceh, dan MaTA berharap ia tidak mengulangi kegagalan enam jenderal lainnya dalam penegakan hukum terkait tambang ilegal di Aceh.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan, antara lain penambangan emas ilegal di Geumpang (Kabupaten Pidie), di Cagar Alam Jantho (Kabupaten Aceh Besar), di Sungai Mas dan Pantai Cermin (Kabupaten Aceh Barat), serta di wilayah Beutong dan Beutong Ateuh Banggalang (Kabupaten Nagan Raya).

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal tersebut telah berlangsung cukup lama dan diduga tidak terlepas dari adanya pihak-pihak yang memberikan perlindungan sehingga praktik tersebut terus berjalan.

Akibatnya, kawasan hutan Aceh mengalami kerusakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap Kapolda yang baru bukan sekadar tebar janji seperti para pendahulunya, tetapi membuktikan adanya penegakan hukum yang tegas, sehingga memberi kepastian hukum sebagai bukti bahwa negara masih memiliki aparat yang berintegritas dan bekerja sesuai harapan rakyat,” kata Alfian.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...