Banda Aceh. RU – Hubungan kerja sama Banda Aceh dengan Higashimatsushima, Jepang, memasuki babak baru setelah kedua pemerintah kota sepakat memperpanjang kemitraan untuk lima tahun ke depan.
Kolaborasi mencakup bidang kebencanaan, pendidikan, lingkungan, perikanan, kelautan, dan pariwisata.
“Alhamdulillah, kita lanjutkan lagi kerja sama selama lima tahun ke depan dengan Higashimatsushima,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat dikonfirmasi, Rabu (26/08/2026).
Perpanjangan ditandai penandatanganan MoU antara Wali Kota Banda Aceh dan Wali Kota Higashimatsushima serta pimpinan parlemen kedua kota secara virtual dari Jakarta.
Prosesi itu disaksikan perwakilan Kemendagri, Pemerintah Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK), JICA, dan sejumlah pihak terkait.
Illiza mengatakan kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungannya ke Jepang pada April 2026.
Saat itu, kedua pihak menandatangani Letter of Intent (LOI) sebagai langkah awal memperkuat hubungan antarkota.
Salah satu prioritas kerja sama ialah meningkatkan ketangguhan masyarakat Banda Aceh menghadapi bencana.
Pemerintah kota akan mempelajari pengelolaan escape building di Jepang, termasuk penyediaan peralatan dan logistik untuk mendukung evakuasi.
Di bidang pendidikan, kerja sama membuka peluang pertukaran pelajar dan program magang.
Sementara sektor ekonomi akan diarahkan pada pemberdayaan nelayan serta UMKM dengan mengadopsi pengalaman Higashimatsushima.
“Untuk kelompok UMKM, dulunya hanya membuat produk dari Jepang. Ke depan, kita minta kalau bisa tentang packaging dan sebagainya, karena Jepang memang luar biasa packaging-nya,” ujarnya.
Illiza menambahkan, program lanjutan akan disusun berdasarkan hasil asesmen pihak Jepang, terutama JICA.
Pemerintah Banda Aceh berharap kesepakatan tersebut menghasilkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan lingkungan, kelautan, pendidikan, UMKM, dan sektor lainnya.(RSR12)













