Kasus Kekerasan Balita di Yayasan BD, Tersangka Bertambah Jadi Tiga

Tampak anggota Polresta Banda Aceh saat meminta keterangan saksi terkait kasus penganiayaan balita di Yayasan BD. Rabu 29 April 2026. [Foto Dok : Polresta Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Kasus penganiayaan balita di Yayasan BD, Kota Banda Aceh, kembali berkembang setelah Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh menetapkan dua tersangka baru.

Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono menyebutkan, RY (25) dan NS (24) ditetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup.

“Kami dari Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melaksanakan rangkaian penyelidikan dan penyidikan, ditemukan fakta-fakta dan dua alat bukti yang cukup sehingga ditetapkan dua tersangka baru,” ujarnya, Rabu (29/04/2026) sore.

Dengan penetapan tersebut, jumlah tersangka dalam kasus ini menjadi tiga orang, termasuk DS yang sebelumnya telah ditahan.

Penyidik juga masih memeriksa orang tua korban serta mengumpulkan barang bukti, termasuk analisis rekaman CCTV.

“Semuanya menjadi tiga tersangka dalam kasus ini dan sampai saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan orang tua dari pada yang menjadi korban… serta menganalisis dari hasil kamera pengawas atau CCTV,” kata Dizha.

Ia menjelaskan, motif para pelaku dipicu kekesalan pengasuh terhadap korban yang tidak menuruti saat diberi makan.

Polisi juga menilai adanya indikasi ketidakprofesionalan tenaga pengasuh di tempat penitipan tersebut, sekaligus mendalami status legal yayasan.

Para tersangka dijerat Pasal 77B juncto Pasal 76B juncto Pasal 80 Ayat (1) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 466 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp72 juta.

“Untuk ketiga tersangka kini sudah ditahan di rumah tahanan Polresta Banda Aceh,” pungkasnya.(R015)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...