Banda Aceh. RU – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menargetkan sekitar 500 lulusannya dapat terserap dalam pasar kerja internasional mulai 2027 melalui kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
Program tersebut disiapkan untuk membekali lulusan dengan kompetensi, keterampilan, serta pemahaman mengenai prosedur dan pelindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Rencana kerja sama itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Wakil Kepala BP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Sosialisasi Migran Aman, Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Program SMK Go Global di Aula Unmuha, Banda Aceh.
Dzulfikar mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar mampu bersaing di pasar kerja global melalui jalur migrasi yang aman dan sesuai prosedur.
“Kerja sama antara Unmuha dan BP3MI pada 2027 mendatang menjadi langkah nyata dalam membekali alumni dengan kompetensi, pelindungan hukum, serta akses peluang kerja formal di luar negeri. Kami menargetkan sekitar 500 lulusan siap terserap dalam program ini,” ujar Dzulfikar.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup pelatihan bahasa asing, pengenalan budaya negara tujuan, serta peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Selain itu, lulusan juga akan didorong memenuhi standar sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan di negara tujuan. Pembekalan mengenai hak pekerja, ketentuan hukum, dan regulasi pelindungan PMI turut menjadi bagian dari program tersebut.
Melalui persiapan itu, para calon pekerja migran diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja sekaligus memahami prosedur penempatan yang aman dan legal.
Pihak Unmuha menyambut positif rencana kolaborasi tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi. Kerja sama ini juga diharapkan memperluas akses alumni terhadap peluang kerja formal di luar negeri.
Program tersebut sejalan dengan upaya penguatan jalur pendidikan vokasi dan akademis serta pengembangan sumber daya manusia Aceh agar mampu bersaing di tingkat internasional.(TH05)













