Bulog Beli Gabah Petani Simeulue Rp6.500 per Kilogram

panen padi Simeulue
Petani di Kabupaten Simeulue saat memanen padi di sawah mereka. [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Sinabang. RU – Perum Bulog di Kabupaten Simeulue menampung 20,4 ton gabah petani di kabupaten kepulauan itu sepanjang 2026 atau sejak Januari hingga Oktober.

Pemimpin Bulog Wilayah Kabupaten Simeulue,  M Hafizuddin mengatakan, gabah kering hasil panen petani dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

“Sama seperti tahun lalu, Bulog menampung gabah petani Pulau Simeulue dengan harga Rp6.500 per kilogram. Sepanjang tahun ini, ada sebanyak 20,4 ton gabah petani yang kami tampung,” katanya dikutip Sabtu (24/10/2026).

Selanjutnya, gabah tersebut dikirim ke daratan Aceh untuk diolah hingga menjadi beras. Kemudian, beras tersebut dibawa lagi ke Pulau Simeulue untuk kebutuhan masyarakat.

Saat ini, kata M Hafizuddin, petani di Pulau Simeulue mulai masuk musim panen padi. Karena itu, para petani diminta menjual gabah ke Bulog guna memperkuat persediaan pangan di wilayah kepulauan tersebut.

“Kami memastikan penyerapan gabah dari petani di Pulau Simeulue ini dilakukan hingga panen selesai. Kami berharap petani di Pulau Simeulue ini menghasilkan panen memuaskan serta bisa menjual gabah ke Bulog Simeulue,” kata M Hafizuddin.

Elimawan, petani di Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, mengatakan kehadiran Bulog menyerap gabah petani merupakan langkah yang baik untuk mendukung perekonomian para petani. 

Sebab kata Elimawan, dengan adanya pembelian gabah ini petani bisa memperoleh pendapatan dengan menjual gabahnya. 

“Dengan adanya pembelian gabah oleh Bulog ini, panen padi kami terjamin karena sudah ada yang menampung. Kami berharap pembelian gabah petani oleh Bulog dapat terus berlanjut,” katanya.

Menurut dia, penyerapan gabah menjadi upaya untuk menjaga ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga ditingkat petani. Dengan harga yang stabil, kesejahteraan petani bisa dapat meningkat.

“Semoga Bulog bisa terus membeli gabah petani di Pulau Simeulue ini, dengan harga telah ditetapkan. Harga gabah yang stabil tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Elimawan.(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...