Lapangan Berlumpur, Panitia Kebut Persiapan MTQ Aceh Besar

Tampak kondisi panggung utama MTQ ke-35 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 di Lapangan Bola Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro. Sabtu 24 Oktober 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Genangan air dan lapangan berlumpur menjadi kendala persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar di Lapangan Bola Gampong Seupeu, Kecamatan Kuta Baro.

Panitia berpacu menuntaskan persiapan menjelang pembukaan pada Sabtu (24/10/2026) malam setelah hujan deras disertai angin melanda selama dua hari terakhir.

Pantauan sampai Sabtu pagi, panggung utama dan tenda kegiatan telah terpasang.

Namun, sejumlah pekerja masih menyelesaikan perlengkapan panggung dan membenahi area lapangan.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si., mengatakan cuaca menghambat penyelesaian persiapan.

“Pagi hari cuaca memang cenderung cerah, tetapi sore hingga malam hujan deras disertai angin. Seharusnya hari ini persiapan sudah selesai, namun kondisi cuaca semalam cukup memengaruhi pekerjaan di lapangan,” ujar Rusdi.

Ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan panitia untuk menuntaskan pekerjaan, terutama pemasangan perlengkapan panggung dan penanganan genangan air demi kenyamanan peserta serta pengunjung.

“Kami terus berupaya agar seluruh persiapan dapat dituntaskan sebelum pembukaan. Meskipun menghadapi kendala cuaca, pekerjaan tetap dilanjutkan dengan mengoptimalkan waktu dan tenaga yang tersedia,” katanya.

Rusdi berharap cuaca mendukung penyelesaian persiapan sehingga pembukaan MTQ berlangsung sesuai jadwal.

“Kami berharap cuaca bersahabat sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu. Kami juga mengharapkan dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan MTQ ke-35 ini berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya.

MTQ ke-35 Aceh Besar diharapkan memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta melahirkan qari dan qariah berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...