Cekcok di Jalan Berujung Penusukan, Pria di Banda Aceh Ditangkap

Tersangka penikaman usai perselisihan akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Cendana Utama, Jeulingke, yang diamankan Polresta Banda Aceh. Sabtu 24 Oktober 2026 [Dok. Polresta Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Perselisihan soal ganti rugi setelah kecelakaan lalu lintas berujung aksi penusukan di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Seorang pengendara motor, M Ogie Sunanda (36), mengalami luka tusuk di perut, sedangkan pria berinisial ZZ (40) yang diduga sebagai pelaku telah diamankan polisi.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026) mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Cendana Utama, Jeulingke, Rabu, 21 Oktober 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Kejadian bermula saat sepeda motor korban bertabrakan dengan kendaraan yang dikendarai ZZ.

Setelah kecelakaan, keduanya terlibat cekcok karena korban menolak permintaan ganti rugi sebelum diketahui pihak yang bertanggung jawab.

Dalam perselisihan tersebut, ZZ diduga mengeluarkan pisau dari tas kecil dan menusuk korban di bagian perut.

Korban sempat dibawa warga ke puskesmas menggunakan becak motor sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) untuk mendapatkan perawatan.

Polisi menangkap ZZ di kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kamis, 22 Oktober 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, setelah menindaklanjuti laporan yang dibuat sehari sebelumnya.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sepeda motor Honda ADV bernomor polisi BL 3664 ABJ yang diduga digunakan saat kejadian.

Menurut Dizha, ZZ mengakui telah menusuk korban.

Namun, pisau yang diduga digunakan masih dalam pencarian.

ZZ kini menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Banda Aceh.

Penyidik masih mendalami kasus tersebut, melengkapi berkas perkara, dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

“Hingga kini, penanganan perkara masih berlanjut untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa penganiayaan yang dipicu perselisihan setelah kecelakaan lalu lintas tersebut,” pungkas Dizha.(R10)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...