Anggaran Rp 4,45 Miliar Tersedia, Perbaikan Jalan Bukit Suling Masih Tertunda

Plang perbaikan Jalan longsor di bukit Suling Kecamatan Rantau. (insert) Kondisi Jalan longsor saat dilalui kendaraan. Sabtu 24 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Kerusakan Jalan Bukit Suling di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, akibat longsor sejak akhir November 2025 belum juga ditangani.

Kondisi jalan yang kian memburuk mendorong anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai NasDem, Tri Astuti, mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan.

Longsor yang terjadi saat bencana banjir hidrometeorologi pada akhir November 2025 itu menggerus hampir separuh badan jalan.

Hingga Sabtu (24/10/2026), keretakan aspal dilaporkan semakin melebar dan memanjang, sementara bagian pinggir jalan mulai becek dan berlubang.

Kondisi tersebut sebelumnya diberitakan rahasiaUmum.com pada 27 Juli 2026 melalui artikel berjudul “Jalan Bukit Suling Terancam Putus, Warga Rantau Desak Perbaikan”.

Kini, kekhawatiran warga semakin meningkat, terutama di tengah curah hujan yang belakangan cukup tinggi.

“Saya mewakili Dapil 3, meminta Pemda agar segera mengerjakan perbaikan jalan Bukit Suling yang ambrol karena bencana alam di akhir November 2025. Sudah hampir setahun jalan tersebut kondisinya begitu saja tanpa ada perbaikan,” tegas Tri Astuti saat ditemui rahasiaumum.com.

Menurut Tri, kondisi jalan yang semakin rawan membahayakan pengguna jalan, terlebih ketika hujan turun.

Ia berharap perbaikan dapat diselesaikan tahun ini karena anggaran untuk penanganan jalan tersebut telah tersedia.

“Harapannya tahun ini juga harus selesai, karena anggarannya sudah tersedia,” desaknya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, Dedi Nurfadli, mengatakan penanganan Jalan Bukit Suling saat ini masih dalam tahap persiapan.

Proyek pembangunan tembok penahan tebing tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan (BANKEU) dari Pemerintah Kota Medan senilai Rp 4.450.310.000.

Dedi menjelaskan, pekerjaan yang dijadwalkan mulai pada 29 September 2026 itu mengalami sedikit keterlambatan karena rekanan pelaksana masih menyelesaikan pembuatan bor pile di Kota Medan.

“Saya sudah konfirmasi ke pihak rekanan agar pekerjaan segera dimulai. Bapak Bupati juga selalu menanyakan agar pekerjaan segera dimulai,” ungkap Dedi.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 50 unit bor pile direncanakan mulai didatangkan ke lokasi pada Senin, 26 Oktober 2026.

Pada saat yang sama, garis pengaman atau police line akan dipasang di sepanjang area pekerjaan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pemerintah daerah diharapkan segera merealisasikan pekerjaan tersebut agar kerusakan tidak semakin meluas dan akses warga tetap aman, terutama saat curah hujan tinggi.(S04)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...