Jakarta. RU – Pengembangan wakaf produktif dinilai menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi umat.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) pun mendorong perluasan akses, inovasi instrumen, dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi wakaf di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan BSI dalam The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Forum internasional itu mempertemukan regulator, nazhir, akademisi, dan pelaku industri keuangan syariah untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan wakaf yang produktif dan berkelanjutan.
Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp 180 triliun per tahun.
Namun, penghimpunan wakaf uang nasional pada 2025 baru mencapai Rp 4,72 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp 4,79 triliun pada 2026.
Kesenjangan tersebut membuka peluang untuk memperluas literasi dan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola wakaf yang transparan dan berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, pengembangan wakaf produktif memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar dana sosial syariah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Wakaf adalah warisan kebaikan yang tidak pernah berhenti mengalir. Melalui kolaborasi, setiap wakaf dapat tumbuh produktif dan menghadirkan harapan bagi lebih banyak orang,” ujar Bob ssepeti diberitakan rahasiaumum.com, Jumat (23/10/2026).
Perluas akses wakaf
Sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), BSI berperan menghubungkan masyarakat dengan berbagai instrumen wakaf uang, termasuk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Instrumen ini memungkinkan pokok wakaf tetap terjaga, sementara hasil pengelolaannya digunakan untuk mendukung program sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BSI juga menjadi mitra distribusi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Ritel seri SWR007.
Instrumen tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan wakaf melalui produk keuangan syariah.
Untuk memperluas jangkauan, BSI turut memanfaatkan kanal digital BYOND by BSI guna memudahkan masyarakat berwakaf, khususnya generasi yang akrab dengan layanan keuangan digital.
Melalui inovasi produk, digitalisasi, dan kolaborasi, BSI berupaya mendorong transformasi wakaf dari aktivitas filantropi menjadi aset produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Bob, ekosistem wakaf yang kuat membutuhkan peningkatan literasi masyarakat, penguatan kapasitas nazhir, tata kelola yang amanah, serta dukungan industri keuangan syariah.
GLOW 2026 diharapkan menjadi katalis untuk memperkuat sinergi dan memperluas kolaborasi dalam mengoptimalkan aset serta dana wakaf bagi pembangunan sosial dan ekonomi.
“Ketika kita bergerak bersama, wakaf dapat menjadi cahaya bagi kesejahteraan umat dan kekuatan bagi ketahanan ekonomi bangsa,” kata Bob.
Dengan populasi Muslim yang besar dan ekosistem ekonomi syariah yang terus berkembang, BSI optimistis Indonesia berpeluang menjadi salah satu rujukan pengembangan wakaf produktif di tingkat global.
BSI berkomitmen memperluas akses terhadap instrumen wakaf serta memperkuat kerja sama dengan regulator, nazhir, dan pemangku kepentingan lainnya agar manfaat wakaf dapat dirasakan secara berkelanjutan lintas generasi.(*)













