Realisasi Tambahan TKD Aceh Capai Rp621,96 Miliar

Nurlis Effendi
Dr Nurlis Effendi, Juru Bicara Pemerintah Aceh. [Foto: Rahasiaumum.com/*] 

Banda Aceh. RU – Realisasi belanja Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp621,96 miliar atau 37,65 persen dari total pagu Rp1,652 triliun.

Data realisasi ini menunjukkan penyerapan anggaran masih perlu dipacu menjelang akhir tahun.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan realisasi belanja terus meningkat.

“Angkanya terus bergerak positif. Saat ini, realisasi Tambahan TKD Aceh sudah berada di angka Rp621,96 miliar atau 37,65 persen,” kata Nurlis, Sabtu (18/10/2026).

Data realisasi tersebut dihimpun oleh Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) dan dilaporkan secara berkala oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dengan tembusan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Penjabat Sekda Aceh, Taufik.

Dari total pagu Rp1,652 triliun, anggaran terbagi untuk Pemerintah Provinsi Aceh sebesar Rp824,82 miliar dan 14 pemerintah kabupaten/kota senilai Rp827,26 miliar.

Di tingkat provinsi, realisasi belanja mencapai Rp323,97 miliar atau 39,28 persen. Dinas Pengairan mencatat realisasi nominal terbesar, yakni Rp122,02 miliar atau 59 persen dari pagunya.

Sementara itu, berdasarkan persentase penyerapan, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk mencatat capaian tertinggi sebesar 98,40 persen atau Rp4,62 miliar. Berikutnya, Dinas Pangan sebesar 89,45 persen atau Rp2,33 miliar, BPKA 68,68 persen atau Rp34,31 miliar, serta Dinas Sosial 62,98 persen atau Rp15,43 miliar.

Sejumlah dinas lainnya masih terus memacu realisasi belanja, di antaranya Dinas Pendidikan sebesar 49,62 persen atau Rp49,62 miliar, Dinas PUPR 30,18 persen atau Rp55,26 miliar, Dinas Perhubungan 30,28 persen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan 28,85 persen, BPBA 24,16 persen, Dinas Pertanian dan Perkebunan 23,20 persen, Dinas Kelautan dan Perikanan 16,25 persen, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman 14,58 persen.

Adapun Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh belum mencatat realisasi belanja dari pagu Rp10 miliar.

Pada tingkat kabupaten/kota, realisasi belanja tercatat Rp297,99 miliar atau 36,02 persen dari total alokasi.

Kabupaten Aceh Selatan mencatat persentase penyerapan tertinggi sebesar 69,93 persen atau Rp35,33 miliar. Posisi berikutnya ditempati Gayo Lues sebesar 66,58 persen atau Rp16,61 miliar, Aceh Tamiang 52,73 persen atau Rp19,42 miliar, dan Aceh Jaya 48,78 persen atau Rp14,38 miliar.

Dari sisi nominal, Kota Banda Aceh mencatat realisasi belanja terbesar, yakni Rp79,75 miliar atau 46,15 persen. Selanjutnya, Kota Lhokseumawe mencapai Rp48,27 miliar atau 38,88 persen, sedangkan Kota Langsa sebesar Rp30,15 miliar atau 29,82 persen.

Sementara itu, sejumlah daerah lainnya masih mencatat penyerapan di bawah 25 persen, termasuk Aceh Barat, Subulussalam, Aceh Tenggara, Sabang, dan Nagan Raya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...