Pembangunan Jembatan Krueng Pelang Ditergetkan Selesai November 2026

Jembatan Kr Pelang
Pekerja merangkai rangka baja jembatan Krueng Pelang di Desa Pelang, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Minggu (18/10/2026). [Foto: BPJN/Rahasiaumum.com]

Takengon. RU – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaksanakan pembangunan kembali jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah yang rusak pascabencana alam hidrometeorologi 2025 lalu.

“Saat ini progres pembangunan jembatan ini telah mencapai 60 persen, ditargetkan dapat difungsikan pada akhir November 2026,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BPJN Aceh, Chandra, Sabtu (18/10/2026).

Chandra mengatakan, pekerjaan saat ini berfokus pada pemasangan rangka baja jembatan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.

Saat ini, kata dia, pemasangan rangka baja sudah mencapai sembilan segmen dari total 11 segmen dengan bentang 55 meter. Pihaknya berharap pekan depan seluruh rangka dapat tersambung dan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan.

Ia menjelaskan pekerjaan lantai jembatan meliputi pembesian, pengecoran beton, dan pengaspalan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk masyarakat.

Ia mengatakan pengerjaan menghadapi tantangan berupa perubahan ketinggian muka air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menghambat pekerjaan fondasi dan abutmen atau struktur penyangga di kedua ujung jembatan.

Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga mengerjakan penanganan aliran sungai atau river training yang saat ini mencapai sekitar 30 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan pada bagian hulu dan hilir sungai untuk mendukung perlindungan infrastruktur jembatan.

Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilaksanakan siang dan malam dengan pembagian dua shift yang melibatkan sekitar 70 pekerja. 

Chandra mengatakan pasokan semen, material bangunan, dan bahan bakar minyak yang sebelumnya sempat terkendala kini telah kembali lancar.

Jembatan Krueng Pelang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara dan menjadi bagian dari ruas jalan penghubung Pameu, Aceh Tengah, menuju Geumpang, Kabupaten Pidie. 

Pembangunan kembali infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan akses transportasi pascabencana di Aceh.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...