Meulaboh. RU – Pendaftaran program magang sekaligus penempatan kerja ke Jepang yang dibuka Pemkab Aceh Barat beberapa waktu lalu, resmi ditutup Jumat (24/09/2026).
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Distransnaker Kabupaten Aceh Barat, Aryo Broto Seno mengatakan, peserta selanjutnya akan menjalani seleksi administrasi, psikotes, dan wawancara.
Peserta yang lolos seleksi awal akan menjalani pelatihan bahasa Jepang selama tiga bulan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan.
Khusus untuk pelamar yang sudah memiliki sertifikat kemampuan bahasa (N4) dan Specified Skilled Worker (SSW), pihak dinas akan langsung mengarahkan mereka ke dalam antrean pemberangkatan kerja.
“Dari seratusan pendaftar, baru satu orang yang sudah memiliki sertifikat N4 dan SSW. Oleh karena itu, Pemkab juga akan memberikan kursus bahasa dan sertifikasi kerja agar peserta siap bersaing,” ujar Aryo dikutip Kamis (24/09/2026).
Ia mengatakan, seleksi magang dan kerja ke Jepang ini dilakukan untuk menyaring 50 peserta, sesuai kuota yang akan terbagi dalam dua skema, yaitu kuota tanggungan pemerintah daerah sebanyak 30 orang, yang artinya seluruh biaya pelatihan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, mencakup fasilitas modul, konsumsi, seragam/baju, hingga pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up/MCU) gratis.
Skema kedua yakni untuk kuota mandiri, dimana peserta mendapatkan fasilitas pelatihan bahasa Jepang gratis selama 3 bulan, namun biaya operasional pribadi lainnya ditanggung secara mandiri.
“Program ini bukan hanya sebatas pemagang biasa, melainkan juga membuka jalur untuk langsung bekerja di Jepang,” jelasnya.(TH05)













