Razia Rutan Bener Meriah, Petugas Temukan Pisau dan Barang Berbahaya

Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan kamar hunian serta melakukan pengecekan urine di Rutan Kelas IIB Bener Meriah. Senin 21 September 2026 [Dok. Rutan Kelas IIB Bener Meriah/rahasiaumum.com]

Redelong. RU – Petugas gabungan melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bener Meriah, Senin (21/09/2026).

Razia melibatkan BNN Kabupaten Bireuen, TNI, dan Polri sebagai upaya mencegah peredaran narkotika serta menjaga keamanan Rutan.

Penggeledahan dipimpin Kepala Rutan Kelas IIB Bener Meriah Ari Samanto dan menyasar berbagai barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dari pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkotika maupun handphone.

Namun, ditemukan sejumlah barang berbahaya, seperti pisau rakitan, paku, tali, korek, botol kaca, barang logam, serta gagang sikat gigi yang diruncingkan.

Barang-barang tersebut didata untuk kemudian dimusnahkan.

”Pada hari ini kami pihak Rutan bersama BNN Kabupaten Bireun, kepolisian resort Bener Meriah serta anggota TNI dari Kodim 0119/Bener Meriah telah melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan,” ungkap Karutan Kelas IIB Bener Meriah, Ari Samanto dihadapan wartawan.

Ari mengatakan, penggeledahan menemukan sejumlah barang terlarang, tetapi tidak menemukan narkotika di blok hunian.

”Dari barang – barang yang ditemukan seperti yang disebutkan, petugas tidak menemukan barang terlarang narkotika di dalam blok hunian warga binaan,” imbuhnya.

Selain penggeledahan, petugas melakukan tes urine terhadap 40 orang yang terdiri dari pegawai dan warga binaan.

Kepala Tim BNN Kabupaten Bireuen Salma mengatakan, hasil tes urine tidak menunjukkan adanya indikasi penggunaan narkotika.

”Dari hasil tes urine yang telah dilakukan menerangkan hasilnya tadi tidak terindikasi adanya jenis narkotika. Pada saat razia tidak juga ditemukan barang-barang yang ada unsur narkotikanya, yang hanya terdeteksi berupa barang-barang logam seperti barang untuk keseharian mereka berada di dalam Rutan,” ungkap Salma saat diwawancarai rahasiaumum.com.

Menurut Salma, keterlibatan BNN dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

”Jadi kita butuh peran serta dari semua pihak karena BNN sendiri yang bisa melaksanakan pemberantasan pencegahan dengan hanya satu lini saja jadi kita minta dukungan,” harapnya.

Pihak Rutan Bener Meriah memastikan pengawasan dan monitoring serupa akan dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.(BI09)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...