Subulussalam. RU – Wacana penetapan Kota Subulussalam sebagai ibu kota pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) maupun Aceh Barat Selatan (ABAS) menguat.
Dukungan kali ini datang dari mantan anggota DPR Aceh, Tgk. H. Syarifuddin Assingkily, yang sependapat dengan pandangan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Subulussalam, Khalidin Umar Barat.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Abu Firdaus tersebut menilai Subulussalam memiliki modal geopolitik dan infrastruktur yang matang untuk menjadi pusat pemerintahan baru.
Statusnya sebagai kota otonom memberikan keunggulan tersendiri dibanding opsi kawasan lain.
“Subulussalam merupakan kota otonom yang memiliki posisi strategis. Konektivitasnya dengan Sumatera Utara, akses menuju pelabuhan dan bandara menjadi salah satu pertimbangan,” kata Abu Firdaus, Kamis (17/09/2026).
Selain faktor konektivitas dan kesiapan infrastruktur kota, keterikatan historis menjadi pertimbangan krusial, khususnya dalam konteks pembentukan Provinsi ABAS.
Sebelum berdiri mandiri sebagai kota otonom, wilayah Subulussalam merupakan bagian dari pemekaran Kabupaten Aceh Singkil yang berinduk pada Kabupaten Aceh Selatan.
“Secara historis, kabupaten induk Subulussalam dahulu adalah Aceh Selatan. Karena itu, kalau berbicara mengenai ABAS, ada hubungan sejarah yang patut menjadi pertimbangan,” ujar Abu Firdaus.(MB07)













