Pemerintah Aceh Luruskan Mekanisme Anggaran Pemulihan Pertanian

Tampak Mentan Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi beserta rombongan saat mengunjungi areal persawahan di Aceh pascabencana beberapa waktu lalu. Rabu 5 Agustus 2026 [Dok. Biro Adpim Setda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Aceh menjelaskan mekanisme dukungan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi dari Kementerian Pertanian (Kementan) menyusul pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menjadi perhatian publik.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Pemerintah Aceh mengapresiasi komitmen Kementan dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian melalui berbagai program yang sedang berjalan.

“Pernyataan Bapak Menteri mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga Pemerintah Aceh merasa perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan program tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (05/08/2026).

Menurut Nurlis, substansi yang disampaikan Menteri Pertanian sudah benar.

Namun, dukungan sekitar Rp2,5 triliun tidak seluruhnya ditransfer ke kas Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota, melainkan disalurkan melalui berbagai program, kegiatan, dan bantuan yang langsung diterima petani.

“Namun, perlu dipahami bahwa mekanisme penganggarannya dilaksanakan melalui beberapa satuan kerja Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan keuangan negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekitar Rp515 miliar dikelola melalui satuan kerja provinsi dan kabupaten/kota untuk optimalisasi lahan dan rehabilitasi sekitar 40.000 hektare sawah.

Sementara sekitar Rp2 triliun dikelola satuan kerja pusat dan balai Kementan untuk pengadaan alat mesin pertanian serta bantuan benih.

“Anggaran itu digunakan untuk alat mesin pertanian dan pembibitan dan perkebunan, seperti bibit padi dan bibit jagung. Provinsi dan kabupaten kota hanya menerima manfaat (barang) dari Kementan,” kata Nurlis.

Nurlis menambahkan, realisasi anggaran pada satuan kerja daerah telah mencapai 47,8 persen per 3 Agustus 2026.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, lahan sawah terdampak bencana mencapai 57.485 hektare, dengan 40.852 hektare di antaranya telah masuk program optimalisasi dan rehabilitasi.

Menurut Nurlis, Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga telah menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas dukungan pemulihan sektor pertanian saat bertemu di Jakarta pada 4 Agustus 2026.(R10)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...