Bener Meriah. RU – Polemik terkait perbaikan swadaya Jalan Nasional Bireuen–Takengon di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, akhirnya mereda setelah Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan memastikan akses jalan tetap dibuka.
Penegasan itu disampaikan saat kunjungan ke lokasi proyek, Kamis (25/06/2026), menyusul penolakan warga terhadap rencana penghentian pekerjaan yang sebelumnya disampaikan pihak BPJN.
Di hadapan masyarakat, Zulkarnaini menjelaskan bahwa pernyataannya terdahulu telah menimbulkan kesalahpahaman.
“Apa yang saya sampaikan bukan bermaksud menutup jalan ini sama sekali. Pembatasan hanya berlaku bagi kendaraan bermuatan berlebih saja. Oleh karena itu, saya meminta maaf atas ketidakjelasan informasi yang terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, BPJN meminta penghentian pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan secara gotong royong oleh warga dengan alasan kondisi badan jalan dan jembatan masih rawan serta belum memenuhi standar keselamatan.
Kebijakan tersebut memicu protes masyarakat. Tokoh masyarakat sekaligus penggagas perbaikan swadaya, Syahrial, menilai inisiatif warga semestinya mendapat dukungan.
“Pemerintah seharusnya bangga masih ada warga yang peduli dan berinisiatif memperbaiki fasilitas yang terbengkalai. Semangat ini harus didukung, bukan dihambat, agar makin banyak pihak yang peduli kepentingan umum,” kata Syahrial.
Polemik bermula saat tim BPJN mendatangi lokasi pada Senin, 22 Juni 2026, dan meminta pekerjaan dihentikan karena kondisi tanah serta jembatan dinilai belum stabil.
Saat itu juga sempat muncul pembatasan akses bagi pengguna jalan umum.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, arus lalu lintas di jalur penghubung kawasan Dataran Tinggi Gayo itu dipastikan tetap berjalan normal dengan pembatasan bagi kendaraan bertonase berat.(*)













