BPK Temukan Persoalan pada Pengelolaan Pajak MBLB di Aceh Barat

MBLB
Ilustrasi - Aktivitas penambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). [Foto: Rahasiaumum.com/*]

Meulaboh. RU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan banyak persoalan dalam pengelolaan pajak daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, khususnya terkait pajak mineral di wilayah tersebut.

Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Aceh itu tertuang dalam surat nomor 22.A/T/LHP/DJPKN-V.BAC/PPD.01/05/2026 tanggal 22 Mei 2026 atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2025,

Dalam laporannya, BPK menemukan masalah pada pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Dimana, dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2025, Pemkab Aceh Barat menganggarkan pendapatan pajak MBLB sebesar Rp 411 juta dengan realisasi Rp 349 juta atau 84,85 persen.

Namun, realisasi tersebut bukan berasal dari pemungutan pajak di lokasi penambangan atau mulut tambang.

Pajak yang diterima justru berasal dari pelaporan dan penyetoran mandiri wajib pajak atas paket pekerjaan konstruksi di tingkat gampong yang memanfaatkan material MBLB.

Sementara, pihak Pemkab Aceh Barat menyebut, pemungutan pajak di lokasi pengambilan material belum dapat dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia serta belum tersedianya regulasi yang memadai untuk mendukung mekanisme pemungutan pajak di mulut tambang.

Menurut BPK, kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 24 Tahun 2024, dan Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 3 Tahun 2025.

“Akibatnya, terdapat potensi kehilangan pendapatan daerah dari sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang belum tergali secara optimal,” demikian pernyataan pejabat BPK Aceh, dalam surat tersebut.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...