Warga Desak Polisi Tertibkan Penambangan Emas Ilegal di Sungai Manggamat

Manggamat
Alat berat sedang melakukan penambangan emas ilegal di aliran sungai Manggamat. (Foto: kiriman warga)

Tapaktuan. RU – Warga di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan mendesak aparat kepolisian segera menertibkan aktivitas penambangan emas ilegal di aliran Sungai Manggamat.

Desakan ini disampaikan karena warga khawatir aktivitas penambangan menggunakan alat berat ini akan merusak lingkungan di sepanjang aliran sungai tersebut.

“Dalam satu bulan terakhir, satu excavator bekerja di aliran sungai, mengambil material lalu dimasukkan ke alat ayakan,” kata warga yang minta tak disebut namanya, Jumat (27/03/2026).

Warga mengaku khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan, mengingat Sungai Manggamat selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mandi, mencuci, bahkan berpotensi menimbulkan banjir dan longsor.

“Kalau terus dibiarkan, air sungai bisa tercemar. Dampaknya bukan hanya lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Warga menduga, aktivitas tambang emas ilegal ini dibiayai pemodal besar, yang mampu membiayai operasional alat berat setiap hari.

“Tidak mungkin kegiatan sebesar ini berjalan tanpa ada yang mendanai. Kami menduga ada pemodal besar di belakangnya,” ungkap warga tersebut.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...