Nelayan Aceh yang Ditahan Pemerintah Thailand Akan Dipulangkan Awal September

Nelayan Aceh Timur
Nelayan Aceh saat diamankan oleh pihak keamanan angkatan laut negara Thailand. (Foto: Dok PPN Idi)

Banda Aceh. RU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh menyatakan lima dari 18 nelayan Aceh yang telah dibebaskan otoritas Thailand sudah diizinkan untuk kembali pulang ke tanah air pada awal September 2025.

“Rencananya mereka akan dipulangkan ke Indonesia pada 3 September 2025,” kata Kepala DKP Aceh, Aliman, dikutip Sabtu (30/08/2025).

Sebelumnya, 18 nelayan asal Aceh Timur itu ditangkap kapal perang Thailand HTMS Longlom pada 19 Mei 2025 di perbatasan perairan laut Aceh – Thailand atas dugaan melanggar batas wilayah dan menangkap ikan secara ilegal di ZEE sekitar 56 mil barat daya Pulau Phuket Thailand.

Ke-18 nelayan tersebut terdiri dari 12 orang anak buah kapal (ABK) KM Jasa Cahaya Ikhlas yang di nahkodai Umar Johan, dan enam lainnya merupakan ABK KM New Rever yang dinahkodai Ridwan.

Semua nelayan Aceh itu sudah menjalani sidang di Pengadilan Provinsi Phuket pada 9 Juli 2025. Tetapi, hanya lima ABK dari KM New Raver yang dinyatakan selesai masa hukuman pada 27 Agustus.

Adapun lima nelayan yang dibebaskan tersebut adalah anak buah kapal (ABK) KM New Raver, yaitu Muhammad Fajar, Dedi Saputra, Safriadi, M Mukhlis dan Maiyeddin.

Aliman menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari Konsulat RI Songkhla, kelima nelayan Aceh tersebut sudah mendapat respon positif dari Imigrasi Phuket Thailand untuk pemulangan mereka dari Phuket menuju bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara.

Karena itu, saat ini Pemerintah Aceh sedang mempersiapkan tiket kepulangan lima nelayan tersebut agar bisa dipulangkan pada minggu pertama September 2025.

Aliman menyatakan, saat ini para nelayan tersebut masih berada di Thailand, dan biasanya setelah keluar dari tahanan, ditempatkan di rumah detensi, di bawah pengawasan Imigrasi setempat.

Ia menambahkan, terkait proses pemulangan mereka sudah tidak ada kendala yang berarti, karena surat perjalanan laksana paspor (SPLP) nya juga sudah dikeluarkan.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...