Aceh Timur Siapkan‘Pulau Idaman’Jadi Destinasi Wisata Unggulan

pulau idaman
Foto udara Pulau idaman di Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. [Foto: Disparpora/Rahasiaumum.com]

Idi. RU – Keindahan Pulau Idaman di pesisir Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Timur. 

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Timur Syahril di Aceh Timur, mengatakan Pulau Idaman memiliki daya tarik yang tidak dimiliki banyak kawasan wisata lainnya.

Selain menyuguhkan panorama alam yang masih asri, pulau seluas sekitar 18 hektare itu juga memiliki nilai konservasi karena menjadi habitat penyu yang datang bertelur pada musim tertentu.

“Pulau Idaman memiliki potensi wisata yang sangat besar. Keindahan alamnya masih alami, lingkungannya masih terjaga, dan memiliki nilai konservasi yang harus dipertahankan. Potensi seperti ini perlu dikelola dengan baik agar memberi manfaat bagi masyarakat tanpa merusak kelestarian alamnya,” kata Syahril.

Pulau yang berada tidak jauh dari pesisir Kuala Simpang Ulim itu menawarkan hamparan pasir, pepohonan rindang, suasana yang tenang, serta udara laut yang segar.

Kondisi tersebut menjadikannya sebagai lokasi yang cocok untuk wisata keluarga, rekreasi, hingga kegiatan edukasi lingkungan.

Selain wisata alam, Pulau Idaman juga dikenal sebagai lokasi favorit bagi para pemancing.

Aktivitas tersebut selama ini turut memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar melalui penyewaan sampan, jasa transportasi laut, hingga penyediaan kebutuhan wisatawan.

Namun, pengembangan kawasan wisata tersebut sempat mengalami hambatan setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda kawasan pesisir.

Meski demikian, semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali Pulau Idaman tidak pernah surut.

Ia menilai konsep pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism menjadi model yang tepat diterapkan di Pulau Idaman. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata.(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...